Malang Segera Jadi Sentra Jeruk Nasional

Jumat, 25 Mei 2018, 11:24 WIB

Mentan Andi Amran di Kebun Jeruk Desa Tlekung, Batu, Malang | Sumber Foto:Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET – Malang memang dikenal dengan buah apelnya. Namun, tak salah bila Malang diproteksikan menjadi sentra jeruk Indonesia. Upaya mendorong Malang dan sekitarnya menjadi sentra jeruk mulai dirintis oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, tahun ini. Kementerian Pertanian (Kementan) akan mendistribusikan bibit jeruk gratis kepada masyarakat.

"Kami minta jeruk ini didistribusi satu juta batang. Mulai bulan April. Dan gratis untuk masyarakat," pinta Mentan saat mengunjungi Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) yang terletak di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur.

Agar efektif dan sesuai dengan tujuan, Amran menyatakan bahwa distribusi tersebut diintegrasikan dengan Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja). Program tersebut merupakan upaya pengentasan kemiskinan berbasis pada bantuan produktif bidang pertanian.

"Kami minta bukan sekedar didistribusikan saja, tapi dikawal. Disinergikan dengan Program Bekerja. Dibagikan 5 hingga 10 batang per rumah tangga. Sekaligus diberikan pupuknya. Kita berikan pendampingan," kata Amran.
Lebih lanjut, Amran menerangkan untuk bisa berdampak pada pembangunan, pembagian bibit jeruk tersebut dilakukan dengan pertimbangan keunggulan komparatif yang dimiliki wilayah ini. Diharapkan, bibit tersebut kelak dapat menopang sebuah skala industri dan berdampak pada kesejahteraan petani.

"Jadi kita membangun berdasarkan keunggulan komparatif suatu daerah. Termasuk pertimbangan kultur tanamnya. Jangan kita membangun dari Sabang sampai Marauke diecer anggarannya. Potensinya apa yg ada di daerah itu. Itu yang kita dorong," jelas Amran.

Mentan meminta Balitjestro untuk fokus mengembangkan varietas jeruk unggul, sehingga bisa bersaing dengan jeruk mancanegara, agar bisa ekspor. "Sekarang teknologi budidaya jeruk terbaru sudah ditemukan. Namanya Bujang Seta, bisa berbuah tiap hari. Harus terus dikembangkan." tutup Amran. (Biro Humas Kementan/222)

 

BERITA TERKAIT