Mahasiswa Apresiasi Kinerja Kementan

Kamis, 31 Mei 2018, 12:36 WIB

Mentan dalam pertemuan dengan mahasiswa se-Indonesia, Rabu (30/05)

AGRONET – Rabu pagi (30/05) itu ada 221 mahasiswa pertanian dari 58 perguruan tinggi se-Indonesia dan 3 Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian di Gedung A Kementerian Pertanian. Agenda mereka bukan hendak berdemonstrasi atau sedang dalam program praktik kerja lapangan. Melainkan hadir atas undangan (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Mentan memang mengadakan pertemuan dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian seluruh Indonesia yang tergabung dalam Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI). Untuk menyampaikan pentingnya peran serta generasi muda dalam mendukung Indonesia menuju lumbung pangan dunia 2045.

"Di negara ini banyak perubahan terjadi karena peran mahasiswa, gerakan mahasiswa memiliki peran penting dalam membuat perubahan. Mahasiswa khususnya mahasiswa pertanian memiliki peranan penting dalam mewujudkan Indonesia lumbung pangan dunia 2045" ujar Amran dalam sambutannya.

"Kalau pemerintah saja yang bergerak, maka swasembada akan sulit kita capai. Kami perlu dukungan dekan dan BEM Fakultas Pertanian seluruh Indonesia untuk membantu mengawasi program kami", tegas Amran.
Dalam pertemuan dua jam itu, Amran menerima banyak masukan dari mahasiswa. Para mahasiswa juga mengapresiasi program Kementerian Pertanian. Mereka mengapresiasi program UPSUS, SIWAB, mekanisasi pertanian, serta capaian kinerja pertanian. Mahasiswa juga mengapresiasi ekspor yang telah dilakukan oleh Kementan.

“Kita sudah ekspor, naik 24%, ini prestasi dalam 10 tahun tertinggi” ujar Mentan.

Mentan juga menyampaikan bahwa selama ini banyak informasi yang tidak pas, informasi yang tidak utuh, sehingga yang terinformasi tidak seperti yang kita lakukan. Untuk itulah kita perlu melibatkan mahasiswa untuk pengawasan di lapangan” ujar Amran.

Agar capaian pertanian dapat terinfomasikan dengan baik, harus dibangun komunikasi yang baik dengan mahasiswa pertanian se-Indonesia. “Kita akan membuat group komunikasi melalui aplikasi medsos supaya seluruh ide cemerlang khususnya penemuan baru dapat terinfokan” ujar Amran. “Ini semacam pendidikan non-formal bagi mereka. Mahasiswa ikut mendampingi program pemerintah, mahasiswa bisa sekaligus belajar” tambahnya.
Pada hari itu diadakan juga penandatanganan MoU antara Kementan dengan BEM se-Indonesia dalam hal kerja sama komunikasi dan informasi informasi. (222)