Mentan Evaluasi Pemanfaatan Alsintan dan Luas Tambah Tanam

Rabu, 06 Juni 2018, 11:39 WIB

Rapat Koordinasi Gabungan Percepatan Serap Gabah Petani (Sergap), Optimalisasi Pemanfaatan Alsintan (OPA), dan Luas Tambah Tanam (LTT) 2018, selasa (05/06) | Sumber Foto:Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET – Dalam Rapat Koordinasi Gabungan Percepatan Serap Gabah Petani (Sergap), Optimalisasi Pemanfaatan Alsintan (OPA), dan Luas Tambah Tanam (LTT) 2018, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, ingin mengoptimalkan musim tanam 2018 ini agar produksi padi nasional meningkat. Musim tanam tahun ini juga sudah dipersiapkan dengan adanya Luas Tambah Tanam (LTT) yang telah dimulai pada Oktober 2018 hingga Maret 2018.

Rapat yang digelar Selasa (05/06), Mentan menyampaikan, sejumlah langkah telah dipersiapkan untuk mendorong LTT agar bisa menggenjot produksi padi nasional. Berdasarkan data, hingga Mei 2018 LTT sudah mencapai 72,69%. Namun demikian, Amran belum cukup puas, karena menurutnya masih banyak daerah yang LTT-nya masih rendah dan tidak mencapai target, hanya 75,45%.

Bagi provinsi atau kabupaten yang tidak mencapai target, Kementan akan melakukan langkah-langkah penting, salah satunya adalah dengan mengevaluasi kinerja dan jabatan Pj Upsus Pusat yang bertugas di wilayah tersebut.
"Jika perlu, alokasi anggaran semester kedua Tahun 2018 bagi provinsi atau kabupaten yang kinerjanya rendah akan dialihkan ke provinsi atau kabupaten lain," tegas Amran.

Beberapa upaya percepatan yang harus dilakukan adalah dengan mencari lahan yang baru panen, namun beras tersebut belum diolah. Upaya ini akan dilakukan Kementan dengan berkoordinasi bersama Kodim, Penyuluh, Koramil/Babinsa, dan menggerakkan mahasiswa dan alumni STPP, sehingga alsintan dapat segera didistribusikan dan pengolahan lahan dapat segera digarap.

Amran juga menyoroti realisasi OPA khususnya untuk bulan Mei 2018 yang masih perlu didorong. Dalam catatannya, hingga pada bulan tersebut pemanfaatan alsintan yang diberikan Kementan kepada kelompok tani masih 74.04%, atau lebih rendah dari capaian Maret dan April 2018.

"Untuk upaya percepatan, agar Penanggungjawab (Pj) Upsus Provinsi, Kadistan Provinsi, Danrem agar memerintahkan Tim LTT Kabupaten agar mengidentifikasi potensi tanam, sumber air, rencana tanam dan saprotan. Dinas Pertanian segera eksekusi Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) ke Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dan harus segera ditanam. Optimalkan pemanfaatan benih dan saprotan," rinci Amran.

Sedangkan realisasi OPA, capaian Bulan Mei 2018 ini masih perlu didorong. Dalam catatan Mentan, hingga pada bulan tersebut pemanfaatannya masih 74.04%, atau lebih rendah dari capaian Maret-April 2018.
"Dorong terbentuknya Brigade Kecamatan dan UPJA serta mobilisasi traktor, combine harvester, optimalkan pemanfaatan pompa air pada lokasi yang kekurangan air. Memanfaatkan sumber dana pola Yarnen atau lainnya, misal dari Dana Desa, Bumdes dan lainnya," jelasnya.

Terkait dengan realisasi Sergap Januari hingga Mei 2018, Mentan juga menilai masih rendah. Realisasi sampai dengan Mei 2018, sebesar 258.111 ton. Tim Sergap diminta agar bekerja maksimal pada lokasi panen dengan target menyerap minimal 15?ri produksi gabah di setiap wilayah.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan juga menyampaikan bahwa produksi beras tidak dapat terbantahkan telah meningkat tajam. begitu juga dengan investasi.

“Untuk investasi, pemerintah mengubah regulasi yang menghambat investasi sektor pertanian, dari 23 triliun naik menjadi 45 triliun,” ujar Mentan, “Capaian produksi jagung, dari impor menjadi ekspor. Dulu kita impor jagung 3,7 juta ton setara dengan 10 triliun. Sekarang kita membalikkan sejarah, kita sudah ekspor ke 5 negara” lanjut Mentan.
Hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua Komisi IV DPR-RI, Wakil Asisten Teritorial TNI AD, Direktur Pengadaan BULOG, Ketua KTNA, Ketua KPPU, Ketua Satgas Pangan, Direktur Utama Bank BRI, BNI, dan Mandiri, Direktur Utama PIHC, PT SHS, dan PT Pertani, Pejabat Eselon I dan II lingkup Kementerian Pertanian, Kepala Dinas lingkup Pertanian Provinsi Sentra Produksi, Aster Kodam dan Komandan Korem Provinsi Sentra Produksi, Tim Kelompok Kerja Upaya Khusus (Pokja Upsus), Tim Pakar Upsus, Tim Sergap, serta Tim OPA. (222)