Sumber Pangan Lokal Atasi Tiga Beban Malnutrisi

Kamis, 07 Juni 2018, 14:33 WIB

Sidang Dewan FAO ke-159 di Roma Italia pada Senin 4 Juni 2018 | Sumber Foto:Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET - Pemerintah Republik Indonesia mendukung FAO yang sedang melakukan pekerjaan analitis dalam mencari solusi atas tiga beban malnutrisi yang terjadi di Asia dan Pasifik. Beban malnutrisi tersebut terdiri dari gizi kurang, kekurangan gizi mikro, dan gizi lebih. Hal ini disampaikan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian dalam Sidang Dewan FAO ke-159 di Roma Italia pada Senin 4 Juni 2018.

Besarnya potensi sumberdaya pangan lokal dan tingginya keanekaragaman hayati yang tersedia di Indonesia sangat memungkinkan untuk mendukung penyediaan pangan yang beragam dan berkualitas untuk peningkatan kualitas gizi masyarakat, namun tetap terjangkau oleh masyarakat luas. Hal ini telah dilakukan oleh Kementerian Pertanian dalam bentuk pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi keluarga melalui kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Untuk pengembangan lebih lanjut dalam pemanfaatan sumberdaya pagan lokal ini, Indonesia mengusulkan peningkatan kerjasama dalam penelitian dan pengembangan terhadap bahan pangan lokal mulai dari industri hulu sampai dengan industri hilir.

Indonesia selanjutnya mendukung beberapa program prioritas FAO diantaranya: pemberdayaan petani skala kecil dalam pengentasan kemiskinan, termasuk nelayan, dan pengembangan Globally Important Agriculture Heritage System (GIAHS) yang bertujuan untuk melestarikan warisan sistem pertanian dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan. Keseluruhan pernyataan sikap Pemerintah Indonesia tersebut merupakan wujud komitmen Indonesia dalam upaya mewujudkan kesepakatan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030 (The 2030 Sustainable Development Goals).

Isu lain yang menjadi perhatian Indonesia sebagai anggota Dewan FAO adalah dukungan atas upaya FAO untuk meningkatkan keseimbangan keterwakilan negara-negara berkembang dalam struktur organisasi FAO yang selama ini masih didominasi oleh sumber daya manusia dari negara maju khususnya dari Eropa. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan perjuangan kepentingan masing-masing anggota FAO sesuai dengan tingkat kemajuan pembangunan negaranya.

Sidang Dewan FAO ke-159 ini dilaksanakan sejak tanggal 4 Juni 2018 dan akan berakhir pada 8 Juni 2018. Delegasi Republik Indonesia (Delri) dipimpin oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian dengan anggota Delri berasal dari unsur Kementerian Luar Negeri, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Kementerian Pertanian. (Biro Humas dan Informasi Publik Kementan/222)