Udang Windu, Ekspor Unggulan Kaltim

Selasa, 31 Juli 2018, 11:20 WIB

Udang windu | Sumber Foto:Istimewa

AGRONET--Kinerja ekspor produk perikanan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan kemajuan yang menggembirakan. Volume ekspor produk perikanan yang mencapai 2.000 ton dengan nilai Rp280 miliar pada 2016 meningkat menjadi 2.349 ton dengan nilai Rp416 miliar pada tahun 2017. Dari berbagai komoditi perikanan ekspor, udang windu adalah yang paling potensial, khususnya jenis monodon.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nilanto Perbowo mengatakan, produksi ikan Kaltim sudah lama menjadi kebanggaan nasional, khusunya udang windu. Bahkan menurutnya, belum ada yang mengalahkan kualitas udang windu Kaltim.

“Di nasional, perikanan Kaltim ini selalu kami banggakan. Mengapa? Karena hampir semua industri pengolahan ikan di Indonesia saat ini berhenti. Hanya Kaltim yang masih bertahan dan survive,” ujar Nilanto, Kamis (26/7).

Menurut Nilanto, udang windu jenis monodon Kaltim bahkan dapat menjadi yang terbaik di pasar dunia dan masuk pada kategori premium. Udang ini bahkan menjadi rebutan di Jepang. Oleh karena itu, KKP melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) terus melakukan pemantauan mutu produk perikanan Indonesia.

“Kami terus melakukan pemantauan agar produksi udang windu dan perikanan Kaltim tidak terkontaminasi racun yang berpotensi menjadi virus dan mengganggu kesehatan udang dan ikan,” lanjutnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim, Nursigit, mengungkapkan ekspor udang windu pada 2017 mengalami peningkatan Rp136 miliar dibandingkan 2016. Pihaknya berharap, sektor ini bisa terus berkembang. Termasuk produk perikanan lain seperti hasil rumput laut.

Kaltim memang sempat diproyeksikan sebagai salah satu sentra produksi udang windu nasional pada 2016 lalu. “Udang windu Kaltim sangat potensial untuk dijadikan komoditi andalan ekspor perikanan,” tuturnya, Jumat (27/7).

Menurutnya, udang windu saat ini memang menjadi ikon produk ekspor Kaltim. Hasil produksi beberapa petambak di Kaltim menjadi standar harga udang internasional, karena hasil udang windu Kaltim mempunyai kualitas dan mutu yang sangat tinggi.

"Produk udang windu kita dilakukan dengan budi daya secara alami. Tidak ada perlakuan khusus, sehingga kualitasnya sangat tinggi. Udang windu Kaltim, selain ada yang merupakan hasil budidaya, juga ada yang hasil tangkapan," lanjutnya.

Menurut Nilanto, sebelum diekspor ke negara-negara tujuan, udang windu harus melalui uji mutu hasil perikanan dari Balai KIPM Balikpapan. Karantina sebagai syarat agar udang tidak mengandung bakteri maupun virus baru.
“Untuk negara ekspor udang windu, antara lain Jepang, Thailand, Singapura, Spanyol, Amerika Serikat serta negara-negara di Eropa,” ungkapnya.

Dia mengatakan, daerah penghasil udang windu di Kaltim itu tersebar pada tujuh kabupaten atau kota yang memiliki pesisir. Sebaran penghasil udang windu meliputi Paser, PPU, Balikpapan, Kutai Timur, Bontang, Kutai Kartanegara, serta Kabupaten Berau. “Saat ini, terbanyak udang windu dihasilkan di pesisir Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (KKP/222)

BERITA TERKAIT