Kementan Telah Cabut 191 Regulasi yang Hambat Pertanian

Sabtu, 08 September 2018, 18:46 WIB

Mentan, Andi Amran Sulaiman, saat memberikan kuliah umum pada mahasiswa Fakultas Pertanian Unhas. | Sumber Foto:Humas Kementan

AGRONET -- Kementerian Pertanian terus berupaya meningkatkan kesejahteraan petani. Berbagai kebijakan prorakyat ditetapkan. Sebanyak 191 aturan dan regulasi yang dinilai merugikan petani kini telah dicabut.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam siaran pers yang diterima agronet.co.id, menegaskan keberpihakannya pada petani. Di samping itu, mentan menyebutkan kebijakan yang dibuat tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi saja, akan tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi petani serta meningkatkan ekspor dan investasi.

“Kami menghapus aturan yang menghambat investasi dan ekspor di sektor pertanian. Hasilnya investasi di sektor pertanian dari sebelumnya Rp 23 triliun menjadi Rp 46 triliun. Saat ini dan ekspor pangan kita naik,” ungkap Amran dalam paparannya di hadapan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Hasanudin (Unhas), Makassar, Jumat (7/9).

Amran menambahkan kontribusi sektor pertanian menyumbang pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada triwulan II 2018 dibandingkan triwulan I 2018 sebesar 9,93%. Kontribusi ini tertinggi dibanding sektor lainnya. "Ini pertama kali Indonesia mendapatkan tingkat angka kemiskinan satu digit," kata Amran.

Dalam kesempatan itu, Amran juga memberikan motivasi kepada mahasiswa fakultas pertanian agar menjadi pengusaha sukses. Menurut dia, 80 persen pengusaha terkaya bergerak di sektor pertanian.

“Karena tekad kuat dan kerja keras para pengusaha pertanian, kita mampu bangkit dan sukses dari kemiskinan masa lalu. Mahasiswa harus jadi pengusaha pertanian. Kami akan bantu mempermudah izinnya,” papar Amran. (591)