Komisi IV DPR Minta Mentan tak Diganggu

Jumat, 21 September 2018, 15:52 WIB

Mentan Amran Sulaiman

 AGRONET--Anggota Komisi IV DPR, Mindo Sianipar, meminta agar semua pihak memberi kesempatan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman untuk bekerja secara maksimal. Apalagi saat ini kinerja bidang pertanian telah berjalan secara optimal. 

Mindo mengungkapkan, di bawah kendali Amran Sulaiman, sektor pertanian seolah menjadi investor lokal yang menyumbangkan keuntungan finansial amat besar. "Kalau secara kerja menjaga kecukupan dari komoditas pertanian, Amran sudah bekerja menjaganya dengan baik. Seharusnya ikut didorong oleh lintas sektor instansi lainnya agar semakin baik," ucap Mindo, Jumat (21/9).

Menyoal andil produksi beras nasional, Mindo beranggapan, usaha kerja Amran patut diapresiasi. Itu dapat ditelusuri melalui data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan bahwa bukan penyebab inflasi per Juli 2018.

"Data itu kan menunjukkan kerja Kementerian Pertanian cukup bagus. Artinya kebutuhan produksi beras cukup di tingkat konsumsen sehingga harga tidak bergejolak. Naiknya nilai tukar petani juga sebagai indikator kesejahteraan," kata Mindo.

Sedangkan anggota Komisi IV DPR Endang Srikarti Handayani menyampaikan, soal beras, Amran  dan jajarannya juga pasti memiliki data yang bisa dipertanggung jawabkan ke publik. "Nanti kan tinggal dipaparkan, apa ada sinkronisasi berdasarkan perhitungan BPS. Tapi kan yang patut diapresiasi bahwa Mentan sudah menunjukkan tecapainya peningkatan hasil produksi komoditas pertanian, apalagi sudah ada ekspornya," ujar Endang.

Selaras dengan rekannya, anggota Komisi IV DPR, Michael Wattimena, menuturkan panen produksi padi bisa dikategorikan baik. Bahkan, kata Michael, mentan berani menjamin bahwa panen padi tetap aman di musim kemarau.

"Artinya stok beras cukup aman kalau dilihat dari aspek panennya.  Mentan yang punya data panen padi berapa banyaknya. Dari data yang diterbitkan Kementan, luas tanam padi bertambah. Itu menunjukkan kecukupan dan ketersediaan beras," ungkap Michael.

Michel mengatakan, selama ini belum ada kinerja yang tidak wajar dari Amran Sulaiman terkait urusan produksi pertanian. Oleh sebab itu perlu dukungan, khususnya yang berhubungan dengan stok beras.

Terkait sektor pertanian, BPS mencatat ada pertumbuhan yang lebih baik untuk nilai tukar petani sebesar 0,89 persen pada Agustus dibandingkan Juli tahun ini. Sementara berdasarkan data Kementerian Pertanian per Agustus, jumlah cadangan beras nasional mencapai 166.418 ton. Kemudian, sebanyak 1.230 juta ton beras masih tersimpan di gudang penggilingan. Sedangkan jumlah luas tanam padi dari data Kementerian Pertanian per Januari hingga Juni 2018 adalah 18.334.855 hektare. (222)