Kelompok Tani Didorong Tingkatkan Produktivitas

Sabtu, 22 September 2018, 11:07 WIB

Pembukaan rembug utama kelompok kontak tani nelayan andalan (KTNA) dan expo KTNA di Bangka Belitung. | Sumber Foto:Biro Humas dan Informasi Publik Kementan.

AGRONET -- Kementarian Pertanian (Kementan) mengungkapkan keberhasilan sektor pertanian tidak terlepas dari peran semua pihak. Capaian itu merupakan hasil kerja keras dan dedikasi insan pertanian termasuk di dalamnya kelembagaan petani.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Momon Rusmono, pada kegiatan rembug utama kelompok kontak tani nelayan andalan (KTNA) dan expo KTNA di Bangka Belitung, Jumat (21/09). Momon hadir menggantikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Acara dihadiri oleh Ketua Umum KTNA, Winarno Tohir, Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, anggota Komisi IV DPR RI, Oo Sutisna. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan hari ulang tahun (HUT) ke-47 kontak tani nelayan andalan (KTNA) yang jatuh pada 23 September 2018.

Momon menjelaskan baik kelompok tani, gabungan kelompok tani, maupun kelembagaan ekonomi petani, memberi peran dalam mendukung pembangunan sektor pertanian. “Saya berharap kepada tokoh-tokoh nasional yang ada di KTNA, dan para pelaku utama pembangunan melalui kegiatan ini bisa merumuskan dan memberi masukan kepada pemerintah,” ujarnya.

KTNA menurut Momon bisa berperan penting dalam mendorong kelompok-kekompok tani untuk lebih berdaya saing. “Begitu juga dengan penyuluh pertanian swadaya yang saat ini mencapai 25.444 orang. KTNA dapat berperan meningkatkan kompetensi dan profesionalisme, serta penguatan kelembagaan pos penyuluhan di tingkat pedesaan (posluhdes)," pungkasnya.

Saat ini jumlah kelembagaan petani mencapai 662.472 kelompok, terdiri dari kelompok tani sebanyak 585.895 kelompok. Sementara gabungan kelompok tani (gapoktan) 63.420 kelompok, dan kelembagaan ekonomi petani sekitar 13.157 kelompok.

Momon mengajak kepada peserta yang hadir untuk terus bekerja keras bersama-sama agar kedaulatan pangan terwujud dan kesejahteraan petani bisa meningkat. "Kelembagaan ekonomi petani merupakan keniscayaan untuk dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, percepatan industrialisasi petani yang menguasai teknologi," jelas Momon.

Dia menambahkan kinerja pertanian pada empat tahun terakhir secara langsung sudah berdampak pada petani. Jumlah rumah tangga tani sejahtera meningkat 85,25 persen pada Maret 2014 menjadi 85,87 persen pada Maret 2017.

Kementan membuat pilot project untuk pengembangan kawasan pertanian berbasis ekonomi petani. Kegiatan di empat daerah yakni Lebak, Banten untuk komoditas jagung seluas 1.000 hektar. Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, untuk pengembangan komoditas kakao seluas 550 hektar. Kemudian di Malang, Jawa Timur, untuk bawang merah, dan karawang, Jawa Barat untuk padi.

Kementan juga bersinergi dengan Kementerian BUMN, dan Kementerian Desa. Kerja sama itu untuk mengembangkan korporasi petani dalam bentuk perseroan terbatas di 8 kabupaten di Provinsi Jawa Barat. (591)

BERITA TERKAIT