Lima Tahun Terakhir Produksi Padi, Jagung, dan Kedelai Meningkat

Senin, 01 Oktober 2018, 14:59 WIB

Direktur Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Sumarjo Gatot Irianto

AGRONET—Direktur Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Sumarjo Gatot Irianto, memaparkan bahwa produksi padi, jagung, dan kedelai, selama kurun waktu lima tahun terakhir mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang dimilikinya, persentase kenaikan per tahun untuk padi sebesar 4,07%, jagung 12,5% per tahun, dan kedelai 8,79% per tahun.

Dalam konferensi pers yang digelar di Pasar Minggu, Jakarta, pada Senin (1/10) ini, Gatot menyatakan bahwa penambahan lahan yang kita upayakan saat ini sesuai dengan produktivitas yang dihasilkan. Untuk luas panen padi, jagung, dan kedelai (PJK) selama kurun waktu lima tahun terakhir mengalami peningkatan: untuk padi 3,79% per tahun, jagung 11,05% per tahun, dan kedelai 11,65% per tahun.

Produksi jagung tertinggi atau puncak produksi tahun 2018 ini terjadi di bulan Februari sebesar 4,29 juta ton PK (pipilan kering) dengan luas panen 859 hektare. Produksi terendah diperkirakan di bulan November 2018 sebesar 1,52 juta ton PK dengan luas panen 247,306 hektare. Produksi kedelai tertinggi di bulan Apri 2018 sejumlah 116,02 ribu ton biji kering (BK) dengan luas panen 82,7 ribu hektare. Produksi terendah diperkirakan di bulan Desember 2018 sebesar 39,497 ton dengan luas panen 27.428 hektare.

Produksi beras tahun 2018 sebesar 48,29 juta ton, lebih besar dibandingkan konsumsi beras sebesar 30,37 juta ton. Artinya produksi beras masih surplus.

Meskipun produksi kedelai lebih sedikit dari konsumsinya, namun kemampuan pemenuhan kedelai terhadap kebutuhannya meningkat dua kali lipat dari 17% pada tahun 2017 menjadi 34% di tahun 2018.

“Ini bentuk kontribusi petani untuk negara ini. Produktivitas meningkat, kita harus apresiasi,” ujar Gatot. (222)