BRSDM KKP Dorong Hasil Inovasi kepada Industri

Selasa, 09 Oktober 2018, 14:48 WIB

Pembukaan pertemuan science and innovation business matching (SIBM) di Kantor KKP, Jakarta. | Sumber Foto: Hamdan Zalik

AGRONET -- Untuk mempercepat hilirisasi hasil inovasi riset kelautan dan perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong kemitraan dengan dunia industri. Kerja sama itu diharapkan agar manfaat hasil riset dapat segera dirasakan masyarakat.

Kepala BRSDM KKP, Sjarief Widjaja, mengatakan melalui kerja sama dengan industri dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Penerapan hasil riset sekaligus berkontribusi bagi kepentingan dan kesejahteraan investor.

“Saat ini ada 40 pusat riset perikanan. Kegiatan ini untuk mempertemukan calon mitra dunia usaha dengan riset inovasi perikanan,” ujar Sjarief dalam pertemuan science and innovation business matching (SIBM) di Kantor KKP, Jakarta (9/10).

Dia menambahkan kegiatan SIBM bisa memperkuat jejaring kerja sama, tepat sasaran, dan bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat. “Diharapkan hasil inovasi itu dapat dikembangkan secara komersial dan menjadi industri yang dapat membuka lapangan kerja baru,” ujarnya.

Dalam acara SIBM ini dilakukan penandatanganan kerja sama pra-lisensi hasil riset BRSDM dengan dunia usaha. Kerja sama itu, antara lain: Kerja sama antara Balai Besar Riset Pengolahan Produk Bioteknologi Kelautan dan Perikanan dengan PT. Martina Berto, tbk, perihal produk kosmetik dan obat tradisional berbasis bahan aktif dari laut.

Kerja sama antara Balai Riset Perikanan Budi Daya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan dengan PT. Sanbe Farma/PT. Caprifarmindo perihal vaksin hydrogalaksi. Kerja sama antara Balai Riset Budi Daya Ikan Hias dengan PT. Biocon Natural Indonesia perihal pengembangan magot.

Kemudian, kerja sama antara Balai Riset Pemuliaan Ikan dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat perihal calon induk patin raksasa. SIBM akan menjadi agenda bulanan, agar hasil-hasil riset perikanan terbaru terus diperkenalkan kepada dunia usaha. (591)