Demi Aceh Bernilai Tambah, Gubernur Larang Ekspor CPO

Senin, 04 September 2017, 19:49 WIB

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf meresmikan Pusat Kota Suka Makmue, Nagan Raya

AGRONET - Banyak perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Aceh. Namun, Aceh tak mendapatkan nilai tambah dari kehadiran perusahaan-perusahaan tersebut. Sebab, mereka hanya mampu mengekspor Crude Palm Oil (CPO ) atau minyak sawit mentah, bukan produk jadinya. Karena itu, Pemprov Aceh akan mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) yang isinya melarang seluruh perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Aceh mengekspor CPO. 

"Bukan lagi CPO, tapi kita harus bisa mengekspor barang jadi dari sini (Aceh),” ujar Gubernur Aceh drh. Irwandi Yusuf saat meresmikan Kota Suka Makmue sebagai pusat perkantoran Kabupaten Nagan Raya, Selasa (29/8).

Kabupaten Nagan Raya merupakan daerah penghasil CPO terbesar di Aceh yang per harinya sekitar 150 ton CPO yang dikeluarkan dari daerah yang dimekarkan pada 2002 lalu itu. Gubernur sendiri menginginkan di Aceh bukan hanya dibangun pabrik CPO melainkan pabrik refinery (pengolahan kelapa sawit). Hal tersebut karena Irwandi menginginkan Aceh bisa mengekspor langsung produk jadinya.

"Yang saya inginkan bukan CPO, tapi hasil akhir dari CPO ini. Kita harus bisa mengekspor barang jadi dari sini. Nilai tambahnya di Nagan, Aceh, bukan di negara lain,” ujar Irwandi.

Jika sebelumnya Irwandi menegaskan akan membangun pabrik refinery di Aceh Barat Daya, maka Irwandi meminta agar Bupati Abdya, Akmal Ibrahim, menunjukkan hasil CPO di daerah tersebut lebih banyak dari Nagan Raya. Jika tidak, Irwandi akan mengalihkan pembangunan pabrik refinery ke Nagan Raya.

"Di sana (Abdya) mungkin kita bangun, tapi lebih kecil,” ujar Irwandi. Rencana pembangunan pabrik refinery akan dimulai pada tahun depan dan ditargetkan akan mulai ekspor pada 2021 mendatang.

Pernyataan Irwandi tersebut merujuk pada sambutan Bupati Nagan Raya, Zulkarnaini. Ia menyatakan bahwa produksi CPO di Nagan Raya lebih besar daripada di Abdya. Karena itu, ia meminta agar Pemprov Aceh juga membangun pabrik serupa yang dijanjikannya di Abdya.

Irwandi juga meminta agar seluruh perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Nagan Raya  wajib mengeluarkan dana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang programnya disepakati oleh Pemerintah Daerah (Pemda) setempat. Selain itu, kepada masyarakat yang memiliki kebun sawit diminta untuk tidak lupa berzakat.

Irwandi juga menyatakan bahwa dengan diresmikannya Suka Makmue sebagai ibukota Nagan Raya semangat memelihara dan menjaga daerah ini tumbuh, sehingga menjadi daerah yang baik. Untuk itu,  Irwandi meminta agar Pemkab Nagan Raya melengkapi juga dengan pembangunan fasilitas publik. "Kualitas pelayanan harus menjadi perhatian utama. Masyarakat harus terlayani dengan baik,” kata Irwandi. (Humas Pemprov Aceh/018)