Jateng Panen Jagung Hingga Desember 2018

Selasa, 16 Oktober 2018, 10:53 WIB

Panen jagung | Sumber Foto:Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET--Jawa Tengah sedang mengalami masa panen jagung hingga Desember ini.  Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian (Kementan) terdapat  88.038 hektare lahan jagung yang sudah mulai dan akan panen. Di antaranya di enam kabupaten yang luas panennya lebih besar dari kabupaten lainnya, yaitu: Kabupaten Grobogan, Blora, Klaten, Wonosobo, Jepara dan Kendal.

Secara keseluruhan tahun 2018, perkiraan luas panen jagung di Jateng sebesar 590.285 hektare. Terdapat 29 kabupaten di Jateng yang mengembangkan jagung secara tidak bersamaan waktu tanamnya.Disesuaikan dengan kondisi iklim, tipe lahan dan sosio kultural masyarakat setempat. Karena itu, hampir setiap bulan ada panen jagung yang volumenya fluktuatif.

Menurut Harwanto, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Jateng, Senin (15/10), panen jagung di Jateng umumnya terjadi pada bulan Januari yang merupakan hasil tanam bulan Oktober. Jagung biasanya ditanam di lahan tadah hujan dan lahan kering karena tersedia cukup air. "Panen jagung masih ditemui di bulan Oktober hingga Desember namun memang volumenya lebih rendah daripada bulan-bulan sebelumnya. Karena hanya wilayah-wilayah tertentu yang dapat menanam jagung di musim kemarau (MK)," katanya.

Harwanto menjelaskan bahwa semangat menanam jagung tersebut sejalan dengan kebijakan gerakan tanam padi jagung dan kedelai yang secara simultan dan terus-menerus melalui tiga strategi yaitu: 1).intensifikasi dalam budi daya; 2).peningkatan indeks pertanaman (IP); dan 3) perluasan areal tanam baru (PATB). Bahkan saat ini mulai diterapkan program tanam dengan sistem tumpangsari padi-jagung, padi-kedelai dan jagung-kedelai, untuk peningkatan produksi dan konservasi lahan.

"Dengan optimalisasi sumber daya lahan, optimalisasi sarana prasarana pendukung dan pemahaman nilai ekonomi, gerakan tanam jagung baik monokultur maupun tumpangsari dapat dilakukan sepanjang musim," terang Harwanto.

Dengan kebijakan ini, kontribusi produksi jagung di Jateng cukup signifikan secara nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa produksi jagung nasional pada tahun 2017 mencapai 28,9 juta ton, sebesar 12,3 persennya dihasilkan di Jateng. (222)