Kabupaten Karimun Siap Pasok Nanas ke Singapura

Minggu, 21 Oktober 2018, 07:26 WIB

Pelepasan ekspor nanas perdana di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. | Sumber Foto:Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET--Bupati Karimun Kepulauan Riau  Aunur Rafik meminta agar petani yakin dan semangat menanam nanas. Pasalnya, pasar ekspor siap menyerap.

“Tumbuhkan kelompok-kelompoknya. Karena sekarang sudah dibuka dan diperluas lagi lahannya menjadi 600 hektare,” ujarnya.

“Karenanya, alat mesin serta pupuk sangat dibutuhkan di Karimun sehingga tanaman bisa semakin subur dan berproduksi tinggi. Ekspor perdana ini merupakan momen untuk membangkitkan komoditas nanas di Karimun," imbuhnya.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun Muhammad Affan menuturkan luas nanas di Karimun mencapai 130 hektare. Luas lahan dan produktivitas akan terus ditingkatkan untuk memasok Singapura.

“Nanas jenis queen ini sudah membudaya dan baru kali ini ekspor perdana, termasuk ekspor pisang mas,” tuturnya.

Sementara itu, Komar, selaku eksportir dari PT Alamanda yang bermitra dengan koperasi dan petani di Pulau Kundur mengatakan ekspor pisang mas dan nanas perdana ini cukup banyak. Ekspor pisang mencapai 1,5 ton per minggu dan target 5 hingga 10 ton per minggu.

Adapun harganya, lanjut Komar, pisang di petani Rp 4.000 per kg dan di Singapura sekitar Rp 8.000 per kg. Kemudian harga nanas di petani sekitar Rp 2.500 per kg dan di Singapura bisa Rp 5.000 perkg. Untuk sementara diekspor dalam bentuk nanas segar.

“Spesifikasi nanas yang diekspor bebas hama penyakit, tanpa hormon buah, bentuk mahkota lurus, brix minimal 14, ukuran small 700-950 gram, medium 1000 sampai 1.450 gram dan large diatas 1.500 gran,” ungkapnya.

Kepala Balai Besar Pasca Panen Kementan, Prof.Risfahery, mengatakan mutu produk nanas dan pisang yang diekspor tersebut dijaga dengan teknologi pasca panen hingga

Padan kesempatan yang sama, Bupati Karimun Aunur Rafik meminta agar petani yakin dan semangat menanam nanas. Pasalnya, pasar ekspor siap menyerap.

“Tumbuhkan kelompok-kelompoknya. Dibuka diperluas lagi lahan menjadi 600 hektar,” ujarnya.

“Karenanya, alat mesin serta pupuk sangat dibutuhkan di Karimun sehingga tanaman subur dan berproduksi tinggi. Ini titik tonggak bangkit tinggal landas dengan ekspor perdana,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun Muhammad Affan menuturkan luas nanas di Karimun mencapai 130 hektare. Luas lahan dan produktivitas akan terus ditingkatkan untuk memasok Singapura.

“Nanas jenis queen ini sudah membudaya dan baru kali ini ekspor perdana, termasuk ekspor pisang mas,” tuturnya.

Sementara itu, Komar selaku eksportir dari PT Alamanda yang bermitra dengan koperasi dan petani di Pulau Kundur mengatakan ekspor pisang mas dan nanas perdana ini cukup banyak. Ekspor pisang mencapai 1,5 ton per minggu dan target 5 hingga 10 ton per minggu.

Adapun harganya, lanjut Komar, pisang di petani Rp 4.000 per kg dan di Singapura sekitar Rp 8.000 per kg. Kemudian harga nanas di petani sekitar Rp 2.500 perkg dan di Singapura bisa Rp 5.000 perkg. Untuk sementara diekspor dalam bentuk nanas segar.

“Spesifikasi nanas yang diekspor bebas hama penyakit, tanpa hormon buah, bentuk mahkota lurus, brix minimal 14, ukuran small 700-950 gram, medium 1000 sampai 1.450 gram dan large diatas 1.500 gran,” ungkapnya.

Kepala Balai Besar Pasca Panen Kementan, Profesor Risfahery mengatakan mutu produk yang nanas dan pisang yang diekspor tersebut dijaga dengan teknologi pasca panen hingga packaging yang baik. “Sedangkan untuk budidayanya didukung oleh Balai Penelitian Buah Tropis di Solok,” ujarnya.

Pada ekspor ini, hadir juga Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepulauan Riau, I Gusti Faisal Eka. Ia mengatakan pihak BI memberikan program dukungan bagi kegiatan strategis yakni ekspor.

“Hal ini dimaksudkan untuk mengendalikan inflasi dan meningkatkan ekspor. Sedangkan untuk budidayanya didukung oleh Balai Penelitian Buah Tropis di Solok,” ujarnya. (222)