Presiden Jokowi: IPB Mampu Siapkan Korporasi Petani

Rabu, 06 September 2017, 22:59 WIB

Presiden Jokowi pada Sidang Terbuka Dies Natalis IPB ke-54

AGRONET - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa  petani harus mendapat keuntungan sebesar-besarnya, tidak hanya dari  melakukan penanaman, tapi juga dari proses bisnisnya atau agrobisnisnya. Nilai tambahnya ada pada proses agrobisnis. Maka, paradigmanya harus bisa diubah besar-besaran.  

Penegasan itu disampaikan Presiden Jokowi saat menyampaikan orasinya pada Sidang Terbuka Dies Natalis Institut Pertanian Bogor (IPB) ke-54 di Graha Widya Wisuda, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/9/2017).

“Korporasi  petani agar bisa mendapat economic scale, kita harus mengkorporasikan petani, peternak dan nelayan. Kita harus ada pemikiran-pemikiran besar ke arah itu. Petani harus memiliki kemampuan produksi dari hulu sampai hilir dengan aplikasi-aplikasi modern. IPB punya kemampuan menyiapkan petani ke arah itu.  IPB bisa siapkan mahasiswa- mahasiswa yang memiliki pemikiran modern yang mau bekerja di pertanian,” papar Presiden.

Menurut Presiden, inilah kunci nilai tukar petani bisa bertambah.  “Siapa bisa menyiapkan manajemen rice mill modern, industri pengemasan beras modern. Ajari petani-petani untuk bisa mengarah ke sana. Tidak mungkin nilai tukar petani atau nelayan tanpa prosesnya dikorporasikan,” lanjutnya.

Begitu juga dengan perikanan dan peternakan. Jadi, tidak hanya urusan padi. Presiden Jokowi juga berpesan agar fakultas-fakultas di IPB mengikuti perubahan yang ada. Misalnya, manajemen logistik pangan dan manajemen retail pangan itu kebutuhan sangat besar.

Rektor IPB, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc mengatakan, tahun ini  tahun yang menentukan IPB berperan sebagai penggerak prima pengarusutamaan pertanian dalam pembangunan di Indonesia. “Pada usia IPB yang ke-54 ini, IPB telah mengukir berbagai prestasi membanggakan, melahirkan berbagai ide, gagasan dan karya nyata, inovasi, sebagai upaya untuk mengembangkan pertanian Indonesia serta mewujudkan sistem pertanian yang tangguh.”

Rektor menegaskan, momentum Dies Natalis IPB ke-54 ini  diharapkan dapat diisi dengan rangkaian kegiatan yang dapat membawa seluruh sivitas akademika, para alumni, para pemangku kepentingan, dan masyarakat Indonesia untuk dapat mengingat kembali sejarah dan latar belakang berdirinya IPB. “Kita bersama perlu mengingat kembali bahwa IPB didirikan dengan gagasan dan visi para founding fathers bangsa Indonesia yang memandang pendidikan tinggi pertanian amat penting dalam mewujudkan bangsa yang adil, makmur dan sejahtera. Melalui pendidikan pertanian dihasilkan teknologi budidaya yang baik, inovasi teknologi pertanian, dan berbagai pemikiran sebagai dasar kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” tegas Rektor.

Menurut Rektor, salah satu peran IPB dalam mewujudkan kedaulatan pangan adalah menghasilkan benih yang berkualitas. Setelah melalui pemuliaan bertahun-tahun, Dr. Ir. Hajrial Aswidinnoor menghasilkan varietas padi tipe baru yang diberi nama IPB3S. “Untuk pengembangan start-up industri benih IPB3S, kami memperoleh dana APBN melalui program dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk menghasilkan benih dasar,” kata Rektor.

Saat ini, IPB telah berhasil memproduksi benih dasar padi IPB3S sekitar 180 ton yang siap disebarkan kepada para penangkar benih di berbagai daerah di seluruh Tanah Air. Para penangkar tersebut diharapkan dapat memperbanyak benih tersebut untuk menghasilkan benih sebar.
Diharapkan nanti dihasilkan 30 ribu ton benih IPB3S sebar yang dapat memenuhi kebutuhan benih padi untuk sawah seluas satu juta hektare. Dari data hasil panen di beberapa lokasi diketahui bahwa produktivitas rata-rata padi IPB3S adalah 8,4 ton gabah kering panen per hektare. Apabila digunakan angka perkiraan produktivitas 7 ton gabah kering panen per hektare, maka penggunaan benih padi IPB3S di sawah seluas satu juta hektare tersebut dapat diharapkan  menghasilkan 7 juta ton gabah kering panen pada musim panen yang akan datang. IPB juga sedang melakukan program pemuliaan tanaman padi seri R untuk tanaman padi rawa dan seri G untuk tanaman padi gogo.

Rektor  IPB menyampaikan kepada Presiden bahwa IPB telah melakukan kerja sama dengan 15 kabupaten di 8 provinsi yang mempunyai program Kabupaten Mandiri Benih, antara lain, Bogor, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Garut, Banggai, Kendal, Jember, Klaten, Bireun, Pasaman Barat, Barito Kuala, Kapuas, Lombok Barat, dan Merauke. Program Mandiri Benih ini dapat dilaksanakan mulai tingkat desa, hingga provinsi.

“Untuk itu, kami berharap dukungan pemerintah dalam bentuk kebijakan yang menempatkan kelompok tani menjadi penangkar benih dan produsen benih dalam rangka pengadaan benih nasional. Berbagai varietas unggul yang telah dihasilkan oleh berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian dapat digunakan untuk keberhasilan program ini. Hal ini akan lebih menjamin pengadaan benih tepat mutu, tepat waktu, dan tepat jumlah, sekaligus meningkatkan pendapatan petani dan memperkuat kelembagaan kelompok tani, terutama kelompok tani penangkar benih,”ujarnya.

Dalam momen ini Rektor IPB menyerahkan bantuan benih bibit padi unggul jenis IPB3S kepada  Gubernur Jawa Barat, Gubernur Nangroe Aceh Darussalam, Bupati Banggai, Bupati Marauke yang telah berkomitmen dalam pengembangan varietas padi ini di daerahnya.

Hadir dalam acara ini sejumlah pejabat, di antaranya, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof. M. Nasir, Menteri Sekretaris Negara, Prof. Dr. Pratikno, Gubernur  Jawa Barat, Ahmad Heryawan, Walikota Bogor, Gubernur Nangro Aceh Darussalam, Bupati Banggai, Bupati Marauke, Bupati Bogor, dan ribuan akademisi IPB, baik mahasiswa maupun dosen. (dh/ris*/269/018)