Impor Jagung Tak Lebih dari 100 Ribu Ton Untuk Jaga Stok

Selasa, 06 November 2018, 15:17 WIB

Petani memanen jagung untuk memenuhi kebutuhan pasar. | Sumber Foto: foodevolution

AGRONET -- Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan produksi jagung hingga saat ini surplus 330 ribu ton. Saat bersamaan, pemerintah juga berhasil menghentikan impor hingga 3,6 juta ton dengan penghematan anggaran mencapai Rp10 triliun.

Hal itu diungkapkan Amran di Gedung Kementan, Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (6/11). Ditegaskannya, terkait rencana pemerintah dalam hal ini Bulog yang akan impor jagung,  jumlahnya kata Amran, hanya sekitar 50 ribu ton atau tidak lebih dari 100 ribu ton. Tujuan pemerintah adalah untuk melindungi peternak kecil.

Kementan, ujar Amran, sudah mengekspor jagung hingga 380 ribu ton. Sementara rencana impor 50 ribu ton. "Artinya, kita berhasil dari dulu itu tidak impor jagung dan kita berhasil menghemat Rp10 triliun, dan surplus 330 ton," ujarnya.

Dia menegaskan impor jagung sebenarnya untuk kebutuhan stok, menjaga-jaga, dan sebagai alat kontrol. Jika harga jagung turun pemerintah tidak akan mengeluarkan stok jagung impor tersebut. (591)