Petani Jabar Lakukan Gerakan POPT Hadang WBC

Senin, 11 September 2017, 20:52 WIB

Tanaman padi di Subang

AGRONET - Hama Wereng Batang Coklat (WBC) kerdil rumput dan kerdil hampa masih terjadi di Provinsi Jawa Barat (Jabar), yaitu di Kecamatan Bojongjaya dan Ciasem, Kabupaten Subang.  Selain itu, wabah itu juga terjadi di dua Kabupaten lainnya, yakni di  Indramayu dan Cirebon yang menjadi perhatian Kementerian Pertanian (Kementan).

Seperti yang dilaporkan Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jabar, Dr. Liferdi Lukman, MSc bahwa luas kumulatif tanaman padi yang terserang hama WBC di Jawa Barat untuk Musim Tanam (MT) 2017 periode sampai dengan Juni 2018 seluas 5.591 ha  atau 0,60 persen dari total luas  sawah yang ada di Jawa Barat.

Dari hasil pantauan tim Upaya Khusus (Upsus) Jabar yang terdiri dari Dinas Pertanian (Kadis BP3K, POPT, Penyuluh) dan Kodim (Kasdim, Pasiter, Danramil, Babinsa) serta kelompok tani disampaikan bahwa  WBC terjadi di beberapa kabupaten, terutama wilayah Jabar bagian utara masing-masing di Indramayu 571 ha ,(0,49 persen); Cirebon 574 ha  (1,08 persen); dan Subang 384 ha (0,45 persen). Secara umum di setiap kabupaten tersebut serangan WBC terjadi spot-spot di beberapa wilayah kecamatan, dengan tingkat serangan ringan hingga sedang.

Hal ini sama dengan hasil temuan dari Tim Menko Perekonomian yang dipimpin oleh Kepala Bidang Konsumsi dan Cadangan Pangan, Menko Perekonomian, Indah Megawati pada 7- 9 September 2017 yang lalu.

Saat ini, tim Upsus Jabar bekerja sama dengan seluruh dinas terkait di Jawa Barat melakukan pengendalian WBC, kerdil rumput, kerdil hampa dan hama-hama lain yang umumnya menyerang tanaman padi dengan varietas lama, seperti Ciherang dan Mekongga.

Pengendalian OPT
Bersama dengan petani, tim Upsus Padi, Jagung, Kedele (Pajale) Jawa Barat melakukan gerakan Pengendalian  Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), terutama WBC yang dilakukan secara rutin. 

Dilaporkan, pada Sabtu (10/9) para penyuluh dan POPT diterjunkan ke Desa Kelota Mekarjaya Kec. Bojongjaya untuk membantu petani di persemaian guna mengantisipasi  terbawanya virus kerdil hampa yang ditularkan WBC. Sementara di Desa Dukuh, Kec. Ciasem juga dilakukan pengendalian OPT pada tanaman yg sudah keluar malai.

Lebih lanjut, tim Upsus Jawa Barat juga menjadwalkan pelatihan pengendalian WBC di kabupaten rawan terserang WBC masing-masing pada Kamis (14/9) di Kabupaten Karawang dan awal minggu depan di Kabupaten Subang.

Bantuan Benih Tahan Wereng 
Para petani di 3 Desa di Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang, masing-masing Mekarjaya, Jatireja dan Sukadana mendapat bantuan benih padi yang lebih tahan terhadap hama wereng. Bantuan benih Inpari 33, 43 dan 42 serta bioprotektor ini diserahkan  oleh Kepala Badan Litbang Kementan, Sabtu (10/9).

Dari hasil kajian tim BPTP Jawa Barat dijelaskan, penanggulangan hama WBC efektif dilakukan dengan pergantian varietas lama (Ciherang dan Mekongga) dengan Varietas Unggul Baru (VUB), seperti Inpari 32, 33, 42 dan 43 dengan pengolahan tanah yang benar.

Selanjutnya, petani di 2 kabupaten lainnya yang juga terserang hama WBC, yakni Indramayu dan Cirebon secara simultan juga mendapatkan bantuan benih VUB. Khusus untuk bantuan benih di Kabupaten Indramayu akan didemonstrasikan pada  demo area seluas 350 ha, masing-masing di Kecamatan Anjantan seluas 200 ha dan Kecamatan Bonga seluas 150 ha.

Ke depan, upaya terpadu penanggulangan hama  terus akan dibarengi dengan sosialisasi Asuransi Pertanian, yakni skema perlindungan bagi petani dari pemerintah untuk menjamin perlindungan terhadap keamanan tanam petani. (Humas Kementan/018)