Melihat Potensi Produksi Ikan Kering

Sabtu, 29 Desember 2018, 06:54 WIB

Proses pengeringan ikan dengan memanfaatkan panas matahari. | Sumber Foto: KKP

AGRONET - Pasar produk ikan kering Indonesia semakin tinggi. Seperti ikan kering asal Nusa Tenggara Timur (NTT), telah mendapat tempat di pasar Timor Leste, Jepang, Thailand, Malaysia, dan Australia.

Untuk menghasilkan ikan kering yang bagus, ikan harus diolah dengan benar. Caranya, ikan digantung di rak di tepi pantai, dibuka di sana dengan angin dan udara dingin. Beberapa daerah di Pulau Sumatera, dilakukan secara tradisional dengan memanfaatkan matahari.

Lebih banyak ikan yang dikeringkan adalah ikan rucah dengan beragam jenis. Proses produksi Ikan kering tersedia sepanjang waktu, namun jenisnya tergantung tergantung musim.

Ikan yang akan dikeringkan dibersihkan terlebih dahulu, diberi garam, dan kemudian dikeringkan di atas para-para selama 8-10 jam. Metode ini membuktikan murah dan efektif membuat kerap dilakukan keluarga nelayan di pinggir pantai. Produk ikan kering yang dihasilkan selanjutnya dijual ke pasar atau dijual langsung ke tengkulak.

Meskipun kerap dilihat sebelah mata, industri ikan kering terbukti penting dalam pemenuhan sumber protein dan lemak yang murah untuk masayarakat. 

Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Kupang, pekan lalu yang dibeli semester I (Januari-Juni) 2018 ekspor ikan kering NTT ke negara tetangga itu mencapai angka 115,3 ton. Timor Leste selalu meminta ikan kering NTT setiap bulannya. Sepanjang 2018 ini, Permintaan Januari 17 ton, 12 Februari 12 ton, 13 Maret Maret 28,1 ton, Mei 15,9 ton, dan Juni sebanyak 29 ton. (591)