Mentan Minta BKP Kawal Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan

Sabtu, 16 September 2017, 23:15 WIB

Ketua BKP pada Raker BKP di Bogor | Sumber Foto:Dok. Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET - Menteri Pertanian Amran Sulaiman meminta agar Badan Ketahanan Pangan (BKP) berperan aktif dalam melakukan pengawalan kestabilan pasokan dan harga pangan. Pengawalan kestabilan  pasokan dan harga pangan dapat dilakukan, baik melalui kebijakan regulasi maupun aksi nyata di lapangan.

Permintaan itu disampaikan Mentan dalam sambutan dan pengarahannya yang dibacakan Kepala BKP, Agung Henriadi pada rapat kerja (Raker) BKP, Kementerian Pertanian (Kementan), yang dilaksanakan selama 2 hari (14-15/9) di Bogor.

Selanjutnya dikatakan, terkait kebijakan stabilitas pangan, Kementan mendorong terbitnya pengaturan tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk komoditas beras. "Terbitnya Permendag No. 57/2017 tentang Harga Eceran Teringgi Beras memberikan jaminan kepastian harga beras dan meningkatkan keterjangkauan harga beras di tingkat konsumen," jelas Agung Hendriadi. 

Melalui HET, menurut Agung, konsumen akan diuntungkan, karena dengan menghilangkan disparitas harga beras yang tinggi dari produsen hingga konsumen, akan tercipta perdagangan beras yang berkeadilan dan konsumen membayar sesuai dengan mutu beras yang dibeli. 

Selain melalui kebijakan regulasi, upaya menjaga stabilitas harga pangan juga dilakukan dengan mengembangkan kegiatan Toko Tani Indonesia (TTI) di seluruh Indonesia pada 2016. Pada 2017 dikembangkan 1000 TTI. "Hingga 2019, kita akan  mengembangkan 5000 TTI di seluruh Indonesia," kata Agung. 

Rapat Kerja Badan Ketahanan Pangan bertujuan untuk bersama-sama membangun sistem pangan yang kokoh, terutama dalam upaya Pengentasan Wilayah Rentan Rawan Pangan, Percepatan Diversifikasi Konsumsi Pangan dan Stabilitas Harga Pangan Strategis sebagai fondasi utama dalam memperkuat kedaulatan dan kemandirian pangan. (Biro Humas dan Informasi Publik Kementan/018)