Presiden Jokowi Akan Bertemu Wicara di Jambore Peternakan Nasional 2017

Rabu, 20 September 2017, 22:44 WIB

Jumpa pers Jambore Peternakan Nasional 2017

AGRONET – Kementerian Pertanian (Kementan) akan memfasilitasi penyelenggaraan "Jambore Peternakan Nasional 2017". Hal ini dilakukan untuk mendorong peningkatan peran dan kontribusi sub-sektor peternakan agar kebutuhan protein hewani asal ternak terpenuhi dan peternak sejahtera.  

Menurut Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita, kegiatan ini akan digunakan sebagai salah satu wadah untuk melakukan konsolidasi antarpelaku usaha peternakan dalam mendukung program pembangunan peternakan dan kesehatan hewan.

“Kedaulatan bangsa salah satunya diukur dari kemampuan menyediakan pangan bagi rakyatnya, termasuk pangan asal ternak.  Hal ini dapat diwujudkan apabila Indonesia mempunyai kedudukan yang kuat di kancah perdagangan internasional. Peran peternakan dan kesehatan hewan tidak hanya sebagai penyedia pangan, namun juga penyerap tenaga kerja dan penghasil devisa,” tegasnya dalam jumpa pers penyelenggaraan Jambore Peternakan Nasional 2017 di Kantor Kementan, Jakarta, (20/9/2017).

Untuk itu, kata I Ketut Diarmata lebih lanjut, perlu penerapan kemitraan agribisnis yang berkeadilan bagi seluruh pelaku usaha peternakan, dan peningkatan investasi usaha peternakan yang muaranya adalah untuk menciptakan fondasi yang kuat mewujudkan bioindustri di masa mendatang. 

Acara ini menjadi momentum kebangkitan sekaligus penyadaran kepada seluruh masyarakat peternakan Indonesia untuk memberikan perhatian lebih serius kepada peningkatan produksi dan skala usaha komoditas domba dan kambing, sehingga mampu berperan menjadi alternatif prioritas utama sumber protein hewani. 

I Ketut Diarmita menyampaikan, kegiatan Jambore Peternakan Nasional 2017 ini diinisiasi oleh peternak yang bergabung dalam Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) akan mengangkat tema "Masyarakat Sehat dan Cerdas dengan Protein Hewani, Bangga Menjadi Peternak Indonesia".

Tujuan pelaksanaan kegiatan Jambore Peternakan Nasional  2017 adalah meningkatkan minat masyarakat terhadap usaha di bidang peternakan dan kesehatan hewan; meningkatkan semangat, kreativitas dan partisipasi peternak serta pelaku usaha peternakan dalam pembangunan peternakan dan kesehatan hewan; meningkatkan sumber  daya genetik lokal serta melestarikan seni budaya yang menunjang pembangunan peternakan; serta memberikan apresiasi kepada peternak/kelompok peternak, petugas teknis, dan instansi terkait yang berprestasi untuk mendorong pelaku peternakan lainnya agar lebih giat dan berdedikasi tinggi, memiliki kebanggaan terhadap profesi yang ditekuni, dan kuatnya motivasi pemenuhan protein hewani serta pengembangan agribisnis peternakan.

Acara ini akan digelar dari 22 hingga 24 September 2017 di Bumi Perkemahan Cibubur, dan dihadiri oleh lebih kurang 700 orang peternak/pelaku usaha serta undangan lainnya, seperti kementerian/lembaga pemerintahan terkait, pemerintah daerah, perbankan, dengan total peserta 1.200 orang.

Pada puncak kegiatan, yaitu pada 24 September 2017, Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan melakukan temu wicara dengan peternak dan para pelaku usaha peternakan. 

Berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan pada Jambore Peternakan Nasional 2017 ini, antara lain, kontes ternak domba dan kambing; seni ketangkasan domba Garut (23/9); eksibisi ternak oleh peternak sapi, ayam lokal, itik, dan kelinci (24/9); pemberian penghargaan Anugerah Bakti Peternakan dan Temu Wicara (24/9); ekspo dan pameran peternakan menghadirkan industri pengolahan hasil peternakan, industri obat hewan, industri pakan, industri kerajinan hasil peternakan, perbankan, asuransi, serta festival kuliner (22 – 24/9); rapat kerja nasional (Rakernas) dan silaturahmi nasional peternak (Silatnas) kambing domba dengan Menteri Pertanian (22 – 23/9); dan pemecahan rekor MURI makan bersama 100 ekor kambing guling (24/9).

Dalam acara Jambore Peternakan Nasional 2017 ini akan diserahkan Piala Presiden dan Penghargaan Anugerah Bakti Peternakan.  Piala Presiden diberikan kepada pemenang kontes Domba Garut (24 pemenang), Kambing Kaligesing (48 pemenang) dan seni ketangkasan Domba Garut (18 pemenang). Selain itu juga akan diberikan Anugerah Bakti Peternakan 2017 dalam bentuk tropi/piagam dari Menteri Pertanian sebagai penghargaan kepada kelompok peternak (10 kelompok), Unit Pengolahan Hasil (UPH) peternakan (3  UPH), dan inseminator yang berprestasi (15 orang).

I Ketut Diarmita mengungkapkan, pada acara tersebut Menteri Pertanian juga akan memberikan apresiasi kepada daerah yang bebas penyakit hewan tertentu, yaitu penyakit Septicaemia epizootica/ Haemorrhagic septicaemia untuk sapi kepada Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Ceningan, dan Pulau Nusa Lembongan, Kabupaten Klungkung Provinsi Bali; rabies untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat.  Selain itu juga akan diberikan apresiasi kepada daerah yang merupakan wilayah sumber bibi,t di antaranya, Kabupaten Rembang sebagai wilayah sumber bibit sapi Peranakan Ongole (PO); dan Kabupaten Buleleng sebagai wilayah sumber bibit Sapi Bali.

Lebih lanjut disampaikan, pemberian penghargaan dari pemerintah kepada para pelaku usaha bidang peternakan ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi dan memberikan apresiasi. “Urusan pembangunan peternakan dan kesehatan hewan dalam kerangka mewujudkan kedaulatan pangan dan peningkatan daya saing ekspor, merupakan tanggung jawab bersama. Maka, diperlukan keterlibatan, sinergisme peran, dan kewenangan semua pihak dalam menjalankan roda pembangunan. Pelaksanaan program pembangunan pun sudah tidak bisa lagi dilakukan secara parsial,” ungkapnya. 

I Ketut Diarmita mengajak agar semuanya terus memperjuangkan nasib peternak agar berkembang usahanya dan sejahtera. “Saya juga berharap kepada para peternak agar melakukan pembenahan manajemen budidaya dan perbaikan teknis lainnya untuk menjadikan Indonesia sebagai sumber protein hewani. Selain itu, juga kita dorong peternak-peternak kita untuk membentuk korporasi peternak supaya skala usahanya ekonomis. Dengan bertambahnya usaha peternakan berskala komersil, mimpi Indonesia pada 2045 menjadi lumbung pangan Asia dapat tercapai,” ujar I Ketut Diarmita penuh harap. (Biro Humas dan Informasi Publik, Kementan/018)