Toko Tani Indonesia Gelar Pangan Murah di Pasar Induk Cipinang

Jumat, 06 Oktober 2017, 00:50 WIB

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan, Agung Hendriadi pada acara pangan murah di Toko Tani Indonesia di Pasar Induk Beras Cipinang

AGRONET - Dalam upaya penyediaan pangan pokok/strategis berkualitas dengan harga terjangkau oleh masyarakat, Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar pangan murah melalui Toko Tani Indonesia (TTI) di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta. PIBC selama ini menjadi barometer harga dan sekaligus pemasok beras tidak hanya untuk daerah Jakarta, tapi juga nasional. Gelar pangan murah dengan harga beras Rp. 8.000/kg dilakukan hari Rabu, 4 Oktober 2017 mulai pukul 08.00 WIB sampai selesai.

Menurut Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan, Agung Hendriadi, gelar pangan murah dilaksanakan bukan karena terjadi kelangkaan pasokan di masyarakat, khususnya di Jakarta, tetapi untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat mendapatkan harga beras berkualitas dengan harga terjangkau. Berdasarkan data dari PIBC, pasokan beras harian sampai hari Selasa (3/10) mencapai 4.204 ton, sedang pengeluaran harian sebesar 3.338 ton.

”Pasokan beras di PIBC di atas normal, dimana batas normal pasokan sekitar 2.500 ton/hari. Sekarang ini stok beras di PIBC mencapai 53.009 ton, jauh lebih tinggi dari batas stok normal pada akhir bulan 30.000 ton," jelas Agung. Kondisi ini, tambah Agung, menunjukkan bahwa ketersediaan beras di masyarakat cukup dan aman.

Gelar pangan murah berkualitas di PIBC bukan hanya sekarang ini dilakukan Kementan, tetapi sejak dibukanya outlet TTI di PIBC dua minggu lalu. Harga jual beras di TTI bisa lebih murah karena beras di pasok langsung dari Gapoktan sehingga mampu memotong rantai distribusi yang panjang, menjadi hanya 3-4 titik distribusi.

Perkembangan harga beras di PIBC sejak Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras diterapkan efektif 18 September 2017, menunjukkan kondisi stabil. Bahkan, beberapa jenis beras seperti Setra, Muncul III, IR-64 I, dan IR-64 II mengalami penurunan berkisar Rp 25/kg s/d Rp 75/kg;

Berdasarkan hasil pemantauan harga beras di pasar modern sudah mengikuti HET, sedangkan di pasar-pasar tradisional Jakarta, harga beras baik premium, medium, dan termurah cukup stabil. Sampai hari Selasa, 3 Oktober 2017, harga Beras Premium Rp 12.218/kg (di bawah HET Beras Premium Rp 12.800/kg) atau tidak mengalami perubahan dibandingkan hari sebelumnya.

Gelar pangan murah khususnya beras juga untuk menjawab berbagai isu di media yang menyoroti kelangkaan beras, baik di ritel modern maupun pasar tradisional. Berdasarkan data harga dan pasokan PIBC, ketersediaan/ pasokan beras cukup dan aman.

”Saat ini musim panen gadu, dimana kualitas gabah atau beras yang dihasilkan petani sangat bagus, sehingga para pelaku usaha lebih mudah mengolah menjadi beras premium," jelas Agung Hendriadi.

Kementerian Pertanian melalui Badan Ketahanan Pangan mempunyai program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) melalui TTI yang menyediakan komoditas pangan, khususnya beras murah dan berkualitas untuk masyarakat.

PUPM-TTI yang beroperasional sejak tahun 2016, sampai saat ini sudah memiliki outlet TTI 2.839 unit yang tersebar di 32 provinsi. Sebanyak 1.113 unit di wilayah Jabodetabek. TTI fokus di wilayah konsumen dan langsung menyentuh masyarakat, sehingga lokasi TTI sebagian besar berada di tengah perkampungan penduduk. Mulai 2 minggu terakhir TTI juga hadir di PIBC dalam upaya menyediakan pilihan bagi masyarakat untuk membeli beras. (Biro Humas dan Informasi Publik Kementan/111)

 

BERITA TERKAIT