Generasi Milenia Generasi Petani Modern

Kamis, 19 Oktober 2017, 19:23 WIB

Mark Smulders, Perwakilan Food and Agriculture Organization (FAO) untuk Indonesia di seminar Hari Pangan Sedunia ke-37 tahun 2017 yang berlangsung di Mercure Hotel, Pontianak | Sumber Foto:Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET- Fokus sektor pertanian pada tahun pertama pemerintahan Jokowi, adalah pertumbuhan produksi. Target ini sudah dicapai.

Fokus ditahun ketiga adalah pemerataan pertumbuhan yang menjangkau hingga di perbatasan. ”Tujuannya untuk pemenuhan konsumsi setempat dan memiliki peluang ekspor yang terbuka lebar ke negara tetangga. Peluang ini agar dapat dimanfaatkan kaum muda untuk menekuni sektor agribisnis,” kata Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi di seminar Hari Pangan Sedunia ke 37 tahun 2017 yang berlangsung di Mercure Hotel, Pontianak (18/10).

Perwakilan Food and Agriculture Organization (FAO) untuk Indonesia, Mark Smulders yang hadir sebagai narasumber mengatakan, ”Generasi muda amat dibutuhkan dalam membangun pertanian, sebab semakin sedikit kaum muda yang tinggal di desa, maka semakin sedikit yang menggeluti sektor pertanian. Untuk menarik minat mereka, diperlukan akses lahan dan modal.” Menurutnya kebijakan pemerintah saat ini dengan melibatkan generasi muda melalui program-program berkelanjutan agar terus dilanjutkan untuk memperkaya pengetahuan dan skill.

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Tanjung Pura, Pontianak, Radian mencontohkan keterlibatan generasi muda disektor pertanian di Amerika patut dicontoh oleh generasi muda di Indonesia. Hanya 5?ri populasi penduduk yang bergerak disektor pertanian, tetapi mampu berperan sebagai produsen untuk memenuhi kebutuhan pangan dunia. Hal ini mampu berjalan karena modernisasi alat dan mesin pertanian. “ Kebijakan mekanisasi alat dan mesin pertanian oleh pemerintah untuk peningkatan produksi saat ini sudah tepat.” kata Radian. (Biro Humas dan Informasi Publik Kementan/111)

 

 

BERITA TERKAIT