TGB Minta Jokowi Tetapkan Harga Cabe Rawit

Selasa, 24 Oktober 2017, 23:01 WIB

Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, saat memberikan sambutan kedatangan Presiden Joko Widodo sekaligus mengusulkan dikeluarkannya Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk cabe rawit | Sumber Foto:Humas Pemprov NTB

AGRONET - Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB), mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo untuk menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) cabe rawit, cabe keriting, bawang putih, dan bawang merah. Ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya dampak inflasi. Mengingat, keempat komoditi pertanian tersebut memiliki fluktuasi harga.

”Kami sudah mengusulkan harga-harga untuk keempat komiditi ini. Terus terang, fluktuasi harga untuk komunitas ini kadang-kadang membuat inflasi kita naik turun,”' ujar TGB. Fluktuasi harga cabe sangat sulit diprediksi. Pernah jatuh hingga ke level Rp 4.000 per kg dan pernah naik sangat tinggi. Fluktuasi tersebut, kata TGB, membuat petani sangat dirugikan. Di saat-saat tertentu, petani kesulitan menjual cabe mereka dengan harga yang baik.

Usulan tersebut disampaikan langsung kepada Presiden RI, saat menyampaikan sambutan selamat datang dan apresiasinya kepada Presiden Jokowi atas pembagian 2.700 sertifikat tanah kepada masyarakat NTB, sekaligus peresmian Masjid Nurul Bilad dan beroperasinya KEK MANDALIKA, di Pantai Kute Lombok Tengah, Jumat (20/10). TGB menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada Presiden Jokowi, juga mengungkapkan rasa syukur masyarakat NTB atas pembagian serfikat tanah tersebut.

Dalam bahasa sasak, TGB sempat menyatakan kegembiran ribuan masyarakat dari Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Barat, dan Kota Mataram yang antusias menyambut kedatangan Bapak Jokowi. ”Demen, bapak ibu? Cemoh? Kenapa senang, karena memang bagi kami warga NTB, memiliki tanah yang bersertifikat itu tak ternilai harganya. Betul-betul itulah yang menjadi harapan masyarakat Nusa Tenggara Barat sehingga mohon berkenan Pak Presiden supaya ditugaskan Bapak Menteri untuk bisa diselesaikan semua tanah-tanah yang belum bersertifikat milik warga Nusa Tenggara Barat, supaya bisa semuanya,” jelas TGB.

TGB juga memberikan laporan, dirinya telah menunaikan tugasnya sesuai arahan Jokowi, agar NTB fokus membangun daerah. ”Sesuai potensi unggulan yang dimiliki, yaitu fokus pada pertanian dan pariwisata. Alhamdulillah, sejak 9 tahun yang lalu, NTB fokus pada dua sektor tersebut. Hasilnya sungguh menggembirakan.

Produksi padi tahun ini meningkat 13,5 persen menjadi sebanyak 2,36 juta gabah kering giling. Produksi jagung di NTB, setelah tahun lalu Presiden Jokowi menetapkan HPP, berdasarkan ramalan kedua BPS tahun ini meningkat 95% dibanding tahun 2016. Jika produksinya tahun lalu sebanyak 1,2 juta ton, maka ramalan kedua dari BPS tahun 2017 menjadi 2,1 juta ton,” jelasnya.

Untuk sektor pariwisata, kawasan Mandalika, khususnya yang berada di dekat Masjid Nurul Bilad, telah berkembang signifikan. Mulai dari administrator kawasan, masalah lahan dan regulasi, telah berhasil diselesaikan dengan baik. TGB berharap percepatan infrastruktur terus berjalan. Menutup rangkaian kunjungan kerjanya di Provinsi NTB, Jokowi mengajak TGB untuk foto selfi dengan latar Pantai Kuta. Pantai Kuta adalah pantai terindah di Lombok NTB yang memiliki garis pantai kurang lebih 7,2 Km. (Biro Humas dan Protokol NTB/111)

Caption
.

Kredit
www.ntbprov.go.id

BERITA TERKAIT