Mentan Optimis Swasembada Jagung Indonesia Tembus Pasar Negara Tetangga

Rabu, 01 November 2017, 22:35 WIB

Menteri Amran melakukan pelepasan pengiriman jagung sebanyak 2.350 ton ke pelabuhan Tanjung Priok Jakarta (30/10), didampingi Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Bupati Boalemo Darwis Moridu, serta Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Roem Kono. | Sumber Foto:Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, tidak meragukan kemampuan Gorontalo sebagai penghasil utama jagung nasional maupun ekspor. Menteri Amran melakukan pelepasan pengiriman jagung sebanyak 2.350 ton ke pelabuhan Tanjung Priok Jakarta (30/10), didampingi Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Bupati Boalemo Darwis Moridu, serta Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Roem Kono.

”Bismillahirrohmanirrohim, kita kirim 2.350 ton jagung, dan kami tahu Gorontalo sudah pernah mengekspor ke Filipina, ke depan kita percepat ekspor jagung,” ucap Amran sebelum melakukan pelepasan. ”Terima kasih Pak Menteri, atas nama masyarakat Gorontalo apresiasi kepada Pak Menteri, insyaAllah pengiriman akan meningkat terus berkat Pak Menteri, karena akan disiapkan benih, pupuk, sapi lebih banyak lagi,” sambut Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Roem Kono.

Kementan tahun ini menargetkan swasembada jagung, yang mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Beberapa wilayah sentra produksi jagung seperti Gorontalo terus dikembangkan dan ditingkatkan produksinya.

”Alhamdulillah ini adalah sejarah baru, kita sudah tidak impor lagi jagung, bahkan kita sudah ekspor. Ini tidak lepas dari provinsi Gorontalo menjadi lumbung jagung untuk Indonesia. Ada beberapa daerah kami jadikan lumbung, yaitu NTT, NTB, Sulsel, Jawa Timur dan Lampung,” ujar Menteri asal Sulawesi ini. Beberapa upaya telah dilakukan, misalnya integrasi kelapa sawit dan jagung seperti yang telah sukses dilakukan di provinsi Sumatera Barat.

Indonesia sedang melirik potensi pasar luar negeri yang sebelumnya menjadi pelanggan impor jagung dari Amerika dan Argentina. Beberapa negara tetangga menunjukkan keseriusannya untuk mengimpor jagung dari Indonesia.
Menteri Pertanian Malaysia sempat datang langsung ke Indonesia berencana impor jagung dari Indonesia. ”Kalau lumbung jagung bisa dikembangkan di daerah-daerah lain, kami yakin bisa memenuhi kebutuhan negara tetangga. Malaysia, kami bilateral disana butuh jagung 3 juta ton, nilainya 9 trilyun. Filiphina butuh 1 juta ton, nilainya 3 triliyun. Berarti kebutuhan total 12 trilyun yang kita bisa isi, hanya dua negara tetangga,” ujar Amran optimis.

Dengan potensi permintaan jagung yang datang dari luar negeri, Kementan mengajak para petani dan seluruh elemen masyarakat untuk mengisi potensi ini. Kementerian Pertanian juga menberikan dorongan seperti benih, pupuk, serta program yang mampu meningkatkan produksi jagung.

Dengan produksi Gorontalo yang tinggi, Amran berjanji untuk meningkatkan bantuan ke wilayah tersebut. ”Provinsi serius, Pemerintah Pusat juga serius”, cetusnya. Setelah melakukan pelepasan jagung, Amran langsung melakukan panen raya padi di Kabupaten Bone Bolango.

Beberapa Bupati yang ada di wilayah Gorontalo hadir pula dalam panen raya tersebut. Mentan Amran menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun berbagai komoditas pertanian yang mampu dijadikan komoditas ekspor terutama rempah-rempah. (Biro Humas dan Informasi Publik Kementan/111)