Pemerintah Ajak Nelayan Gunakan Alat Tangkap Ramah Lingkungan

Kamis, 02 November 2017, 22:52 WIB

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Langkat, Subianto menyampaikan ada 1162 kepala keluarga nelayan di kabupatennya. Hampir semuanya menggunakan alat tangkap pukat cantrang dan pukat langgai. | Sumber Foto:Humas DJPT

AGRONET - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) melakukan dialog dengan nelayan dalam kunjungan ke Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Jalan Babalan, Kelurahan Brandan Timur, Kecamatan Babalan, Langkat, Sumatera Utara. Kunjungan ini dilakukan untuk mengajak nelayan beralih menggunakan alat tangkap ramah lingkungan.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Sjarief Widjaja menuturkan, melalui kebijakan KKP yang telah berhasil mengusir lebih kurang 10.000 kapal asing dari wilayah Indonesia dengan ukuran rata-rata 200-300 GT (Gross Tonnage), laut Indonesia semakin dipenuhi dengan ikan yang berbobot diatas 2 kilogram.

”Sekarang laut kita semakin bagus, di Maluku mancing di pinggir laut bisa dapat ikan kerapu yang ukurannya 4-8 kilogram. Ikan itu makhluk hidup, kalau dihabiskan, mereka tidak akan berkembang biak lagi, tetapi kalau kita atur (cara) menangkapnya, maka akan bertumbuh dengan pesat,” ucap Sjarief di halaman Pasar Ikan Lama, Langkat, Selasa (31/10).

Untuk itu Sjarief mengimbau agar alat tangkap yang menangkap ikan-ikan kecil agar tidak dipergunakan kembali oleh nelayan. Tidak hanya laut, pemerintah pun mulai memperhatikan perairan darat, seperti sungai. Daerah timur Indonesia telah dilakukan karantina ikan untuk memelihara keberlanjutan spesies asli daerah tersebut.

”Kita sudah bekerja sama dengan Lampung Timur, Lampung Tengah, Tulang Bawang, Maluku, Banda, Mataram, agar daerah ini dijaga oleh masyarakat sekitar untuk menjaga sumberdaya yang ada,” kata Sjarief. Pemerintah sangat menghargai nelayan yang sudah bersusah payah mencari ikan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Maka dari itu, pemerintah berupaya untuk merangkul nelayan dalam pelaksanaan kebijakan. ”Kami berterima kasih kepada Bapak-bapak sekalian karena kami semua dapat makan ikan oleh hasil kerja keras Bapak. Maka dari itu pemerintah tidak akan mempersulit nelayan,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut Sjarief menerangkan, program pemerintah selanjutnya adalah dengan membenahi pelabuhan dengan merevitalisasi 538 Tempat Pendaratan Ikan (TPI) higienis di seluruh Indonesia secara bertahap. Pihaknya juga akan memberikan bantuan permodalan untuk mendukung kesejahteraan nelayan.  ”Kami ingin Bapak, Ibu, sekalian membuat koperasi simpan pinjam. Kami punya gerai permodalan. Nanti gerai kami akan memberikan modal kepada koperasi, lalu koperasi akan meminjamkan ke nelayan. Jadi jika nelayan membutuhkan modal untuk melaut, dapat meminjam ke koperasi,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Langkat, Subianto menyampaikan bahwa ada sebanyak 1.162 kepala keluarga nelayan di kabupaten tersebut. Alat Penangkap Ikan yang dipakai nelayan setempat berjenis pukat cantrang dan pukat langgai.

Sampai saat ini, pemerintah telah memberikan 359 paket asuransi nelayan, 10 diantaranya sudah diklaim, dengan total Rp 1,6 milyar untuk jaminan santunan apabila meninggal dunia karena kecelakaan akibat aktivitas selain penangkapan ikan, dan jaminan santunan asuransi cacat sebesar Rp1,65 miliar. (Humas DJPT/AFN/111)