Pertanian Digital Dongkrak Produksi di Sumatera Utara

Jumat, 03 November 2017, 16:07 WIB

Sumatera Utara menduduki peringkat ke-5 sentra utama penghasil padi nasional, setelah Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan dengan produksi padi 2017 Sumatera Utara sebesar 5,1 juta ton

AGRONET - Sumatera Utara menduduki peringkat ke-5 sentra utama penghasil padi nasional, setelah Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan, sehingga patut diperhitungkan sebagai lumbung padi nasional. Produksi padi 2017 Sumatera Utara sebesar 5,1 juta ton diperoleh dari luas 996 ribu hektar.

Gubernur Sumatera Utara, Erry Nuradi, mengatakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen penuh pada sektor pertanian. Erry memotivasi petugas penyuluh dan petugas lapangan lainnya untuk lebih giat terjun ke lapangan.

”Kami bagikan handphone Android bagi 4300-an petugas lapangan untuk melaporkan data pertanian dan dikembangkan aplikasi Pertanian Andalan Terintegrasi Elektronik atau e-PATEN. Kami juga memberikan insentif berupa kendaraan motor roda 2 bagi penyuluh berprestasi,” jelas Erry saat membuka acara Rapat Koordinasi Pembahasan Data Statistik Pertanian (SP) Padi, Jagung dan Kedelai se-Sumatera Utara di Medan, Rabu (1/11/2017).

Di kesempatan yang sama, Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Sumarjo Gatot Irianto, memberikan apresiasi kepada Gubernur Sumatera Utara dalam mendistribusikan HP Android bagi petugas lapangan karena sangat mendukung Kementan dalam mengembangkan ’Pertanian Digital’. ”Sehingga bertani ke depan tidak lagi konvensional tetapi sudah modern berbasis IT,” katanya.

Kementerian Pertanian pada 2017 mendapat penghargaan Top IT Implementation on Ministry 2017 dan Top Leader in ICT Leadership 2017. Penghargaan diberikan kepada instansi yang mampu mengimplementasikan TIK sehingga tercipta pengelolaan manajemen lebih efisien, efektif, profesional, dan berdaya saing tinggi serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Gatot berharap pemerintah Sumatera Utara melakukan percepatan tanam padi, jagung dan kedelai pada lokasi potensial sehingga menaikkan peringkat penghasil padi ke-4 Indonesia. (Biro Humas dan Informasi Publik Kementan/111)