Papua Tingkatkan Tugas Penyuluh Pertanian

Minggu, 05 November 2017, 18:39 WIB

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekda Papua Elia Loupatty mengimbau instansi terkait untuk meningkatkan peran penyuluh pertanian.

AGRONET - Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekda Papua Elia Loupatty mengimbau instansi terkait untuk meningkatkan peran penyuluh pertanian. Tujuannya adalah agar pembangunan serta pemenuhan pangan maupun gizi masyarakat benar-benar terpenuhi. Pernyataan ini disampaikan Elia saat memberikan arahan kepada Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Jayapura, baru-baru ini.

Menurut Elia, tingkat ketersediaan pangan dan gizi untuk dikonsumsi masyarakat Papua, minimal sebesar 3.396 kilo/kalori/kapita/hari. Angka ini pun diyakini telah memenuhi standar nasional sebesar 2.400 kilo/kalori/kapita/hari. ”Makanya, untuk mewujudkan pemenuhan pangan maupun gizi masyarakat ini, perlu ditingkatkan peran penyuluh pertanian.

Dengan meningkatkan peran penyuluh pertanian di seluruh kabupaten, diyakini tingkat konsumsi masyarakat akan jauh lebih baik,” katanya. Selain untuk menunjang tingkat konsumsi masyarakat, peran penyuluh diharapkan mampu memenuhi kebutuhan peserta PON XX Tahun 2020 mendatang. Penyelenggaraan pesta PON membutuhkan banyak ketersediaan pangan bukan saja untuk masyarakat, tetapi para official maupun atlet. ”Bayangkan, ribuan orang akan datang ke Papua. Makanya, perlu dimaksimalkan dari sekarang peran tenaga penyuluh, agar kebutuhan pangan dan gizi bisa terpenuhi saat perhelatan event empat tahunan itu,” imbau Elia.

Sementara Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Papua Semuel Siriwa mengaku siap menjalankan instruksi tersebut. Menurut Semuel, instansinya masih kekurangan tenaga penyuluh pertanian yang menyebabkan penanganan di bidang pertanian menjadi kurang maksimal.

”Hingga saat ini jumlah tenaga penyuluh baru mencapai 946 orang dengan 50 persen di antaranya merupakan pegawai honorer. Memang jumlah ini tak ideal untuk mengcover sekitar 5400-an kampung yang ada di Papua.

Idealnya, satu kampung ditempatkan seorang tenaga penyuluh. Bagaimana mungkin 946 penyuluh ini mampu menjangkau lima ribuan kampung di Papua, yang setiap tahunnya kemungkinan besar bertambah lagi dimekarkan,” jelas Semuel. Semuel berharap pemerintah kabupaten kembali memberlakukan pemberian biaya operasional dan tunjangan yang cukup bagi para tenaga penyuluh. (Humas Pemprov Papua/111)