Kalteng Dicanangkan Jadi Pusat Beras Organik

Selasa, 14 November 2017, 10:10 WIB

Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian berupaya menargetkan padi organik untuk diekspor.

AGRONET - Kalimantan Tengah memiliki sumberdaya alam yang melimpah. Rencana penanaman 300.000 hektar padi organik dipusatkan di Kalteng. Sehingga Kalteng bisa menjadi sentra produksi beras organik terbesar di dunia. Saat ini, harga padi organik 6 dolar AS per kilo atau sekitar Rp 100 ribu per kilo. Ini jelas menguntungkan petani. Kementan dan Gubernur Kalteng serta instansi terkait bersama-sama mewujudkan rencana tersebut.

Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian berupaya menargetkan padi organik untuk diekspor. Pernyataan ini disampaikan saat tanam perdana beras organik 300.000 hektar di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulangpisau, Kalimantan Tengah.

Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran menilai sektor infrastruktur menjadi hal krusial yang harus dipercepat. Agar ada peningkatan ekonomi di propinsi Kalimantan Tengah. APBD Propinsi Kalteng sendiri sebesar Rp 4 trilyun hingga Rp 5 trilyun. Dana tersebut dinilai masih kurang untuk peningkatan ekonomi. APBD yang ditargetkan antara Rp 7 trilyun hingga Rp 10 trilyun untuk membangun infrastruktur di Kalteng. Dan, infrastruktur pertanian menjadi prioritas. Gubernur meminta agar Bupati, Camat dan Kadis bekerja sama membangun Kalteng. Fokus pada arahan presiden untuk membangun infrastruktur. (Biro Humas dan Informasi Publik Kementan/111)