Cegah Monopoli, KPPU Dorong Kemitran Peternak Ayam Potong

Minggu, 19 November 2017, 01:15 WIB

Produksi ayam potong nasional mengalami surplus,

AGRONET - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) fokus memonitoring kebutuhan pangan di Indonesia. Pasalnya, sejumlah komoditi pangan, seperti beras maupun ayam memiliki disparitas harga yang cukup jauh. Ketua KPPU Syarkawi Rauf mencontohkan, produksi ayam potong nasional mengalami surplus, namun harga di tingkat konsumen cukup tinggi.

"Di level peternak hanya Rp 10 ribu, sementara di pasar bisa Rp 35 ribu, ini ada disparitas harga yang sangat tinggi," tukas Syarkawi dalam forum jurnalis di Four Points by Sheraton Bandung, Sabtu petang (18/11). Tak hanya itu, pihaknya juga memantau perkembangan harga jagung di pasaran. Terlebih, Syarkawi menuturkan, komoditas ini sangat strategis, karena tak hanya menjadi konsumsi manusia, melainkan menjadi bahan baku pakan hewan ternak.

"Harga jagung juga ada disparitas, di tingkat petani murah, sementara di konsumen mahal. Belum, cabe rawit di petani harganya Rp 5.000/kilogram sementara di konsumen bisa mencapai Rp 60 ribu/kilogram," ungkap Syarkawi. Maka itu, KPPU akan terus memonitoring perkembangan harga komoditas pangan tersebut di masyarakat. Bahkan, Syarkawi mengklaim, pihaknya telah melakukan penegakan hukum kepada 12 perusahaan yang bergerak di sektor tersebut.

"Solusinya dalam menangani disparitas harga ini adalah mendorong kemitraan antara perusahaan unggas yang besar dengan yang kecil, agar tidak terjadi monopoli," seru dia. (RRI/AZ/AKS/111)

BERITA TERKAIT