Agro Inovasi Fair Rangsang Pemuda Berinovasi di Pertanian

Minggu, 26 November 2017, 18:40 WIB

Kepala Badan Litbang Pertanian Kementan, Muhammad Syakir, saat membuka Agro Inovasi Fair 2017 di Botani Square, Bogor, Sabtu (25/11).

AGRONET - Kementerian Pertanian memiliki komitmen membangkitkan semangat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. Diwujudkan dengan menciptakan inovasi yang dapat meningkatkan efisiensi dan memberi nilai pada hasil produksi. Berbagai inovasi tersebut diharapkan pertanian menjadi sektor yang menarik bagi generasi muda. “Kita perlihatkan bahwa pertanian bisa semakin maju dengan modernisasi yang semakin kita giatkan dua tahun terakhir ini. Sudah saatnya kita tidak lagi terfokus hanya pada sumber daya alam yang kita miliki, tapi bagaimana memberikan nilai tambah. Pertanian ini bisa maju kalau generasi muda bisa ikut turun,” ujar Kepala Badan Litbang Pertanian Kementan, Muhammad Syakir, saat membuka Agro Inovasi Fair 2017 di Botani Square, Bogor, Sabtu (25/11).

Agro Inovasi Fair kali ini bertema “Bangkitkan Generasi Muda Tingkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing”. Tema diusung untuk mengajak semua pemangku kepentingan dan masyarakat, khususnya generasi muda, agar berperan aktif membangun daya saing produk pertanian nasional. Termasuk, mendorong lahirnya wirausahawan muda di bidang pertanian.

Dalam kesempatan tersebut, Syakir mengungkapkan modernisasi juga menjadi kunci keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada pangan. “Indonesia saat ini sudah tidak impor beras, jagung, bawang merah dan cabai segar. Bahkan kita sudah berhasil ekspor ke lima negara. Kita berhasil membalikkan keadaan dari tadinya mengimpor, sekarang sudah melakukan ekspor,” tandasnya.

Untuk meningkatkan inovasi, Badan Litbang Pertanian membuka diri untuk menjalin kerja sama dengan pihak-pihak lain di luar pemerintah, termasuk mitra swasta. ”Badan Litbang adalah milik rakyat dan untuk rakyat. Tidak ada lagi yang eksklusif di Badan Litbang. Kita sudah beranjak dari pendekatan yang konservatif. Kini saatnya melakukan perubahan-perubahan sehingga pertanian bisa menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat, termasuk generasi muda,” ungkapnya.

Syakir secara simbolis menyerahkan royalti kepada para inventor dan penghargaan investor berprestasi. Di antaranya kepada Kasma Iswari, peneliti BPTP Sumatera Barat yang menciptakan invensi ekstrak kulit buah manggis “Garcia”.  Agro Inovasi Fair telah rutin diselenggarakan sejak 2015 oleh Badan Litbang Pertanian. Bertujuan untuk menyuguhkan inovasi pertanian hulu-hilir dari Balitbangtan. Pameran diikuti oleh para pelaku usaha, komunitas, wirausahawan muda, dan dinas terkait. Mengangkat teknologi bibit/benih, pupuk dan pestisida, alat mesin pertanian, urban farming, hingga produk olahan.
 
Pengunjung dapat mengikuti berbagai macam peragaan teknologi. Mulai perawatan anggrek, kultur jaringan, inseminasi buatan ayam kampung unggul Balitbangtan, hidroponik dan aeroponik, olahan sayuran menjadi smoothie, pembuatan biopestisida, serta olahan sorghum dan hanjeli. Rangkaian peragaan teknologi tersebut dilengkapi juga dengan baking class roti cassava dan coaching klinik kopi nusantara. (Biro Humas dan Informasi Publik Kementan/111)