Jurus Jitu Kementan Antisipasi Masa Paceklik

Kamis, 07 Desember 2017, 13:51 WIB

Kementerian Pertanian memastikan pasokan beras tetap aman meskipun menghadapi musim hujan.

AGRONET - Kementerian Pertanian memastikan pasokan beras tetap aman meskipun menghadapi musim hujan. Kebutuhan masyarakat aman lantaran pasokan tetap terjaga. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menghimbau masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi musim hujan pasalnya, pemerintah sudah membuat langkah antisipasi terhadap kecukupan stok beras pada musim hujan.

"Itu tidak mudah tapi sudah dipersiapkan tiga tahun sebelumnya. Bagi pompa 40 ribu per tahun. Bangun embung, dam parit, dam-dam. Jadi siap menghadapinya,” jelas Amran di Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/12).

Kementan, lanjut Amran, sejak lama mengetahui kenapa pada akhir tahun kelangkaan kerap terjadi. Salah satu penyebabnya, tanam pada bulan Juli sampai September tidak maksimal lantaran faktor kekeringan yang sedang dihadapi. Biasanya, petani hanya mampu menanam sekitar 500 ribu hektar.

Angka tanam itu hanya bisa menghasilkan 1,5 juta ton beras. Sementara kebutuhan masyarakat sekitar 2, 6 juta ton. Untuk mengatasi itu, Kementan sejak tiga tahun terakhir telah mempersiapkan agar ke depannya tidak terjadi kekurangan stok pangan.

Kementan membuat skema tanam sekitar satu juta per bulan sehingga masa panen tetap bisa sepanjang bulan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat. “Kita pakai sistem tanam baru menghilangkan paceklik, caranya Juli sampai September itu dulu tanamnya sedikit, karena kering. Sekarang bagaimana kering itu bisa ditanami,” imbuhnya.

Sementara itu, segala langkah sudah dipersiapkan untuk mengantisipasinya. Pemerintah sebelumnya, lanjut Menteri Amran, telah membangun sistem sumber air agar proses tanam tidak terganggu. Bahkan infrastruktur lain untuk menunjang hasil panen tetap dilakukan termasuk menyiapkan asuransi kepada petani.

“Kami sudah rancang tiga tahun, tidak bisa instan. Kita bangun Rain Water System, embung 30.000, sumur dangkal dan sumur dalam, dan kita bangun dam-dam di seluruh Indonesia,” tutup Amran. Diketahui, tahun ini Kementan menyiapkan satu juta hektar lahan pertanian untuk diasuransikan. Luasan itu dianggap aman karena kegagalan pertanian masih sekitar 100.000 hektar. (Biro Humas dan Informasi Publik Kementan/111)