Dua Petani Raih Penghargaan Pemulia Varietas Tanaman

Jumat, 08 Desember 2017, 18:55 WIB

Penghargaan diberikan kepada belasan orang dari kalangan perorangan, perusahaan, NGO, maupun pemerintah daerah.

AGRONET - Indonesia menjadi negara kepulauan terbesar di dunia dan memiliki plasma nutfah terbesar ke 2 dunia, setelah Brazil. Kekayaan plasma nutfah sangat strategis dan wajib dilindungi, bukan saja oleh pemerintah namun seluruh rakyat Indonesia.

Kementan bertangung jawab untuk tanaman dan tumbuhan yang dibudidayakan. Pada tahun 2000, baru diterbitkan Undang-undang Perlindungan Varietas Tanaman, menyusul Undang-undang Budidaya Tanaman No. 12 /1992. Perlindungan Varietas Tanaman mencakup pendaftaran dan pelepasan varietas hasil pemuliaan yang dilakukan perorangan, kelompok maupun lembaga dan industri.

Semua menjadi sangat penting dan strategis saat ini. Hal tersebut dijelaskan oleh Kabadan Litbangtan, M. Syakir yang mewakili Menteri Pertanian, dalam rangkaian acara: PTVPP Goes to Campus di Universitas Brawijaya Malang, Rabu, 06 Desember. Kementan melalui Pusat Perlindungan Varietas Tanaman, terus mendorong setiap daerah di seluruh Indonesia, untuk mendaftarkan potensi tanaman lokal di daerah masing-masing.

Dalam acara tersebut, turut dilakukan penganugerahan penghargaan kepada pemulia varietas tanaman. Anugerah diberikan sebagai bentuk apresiasi untuk seluruh pemulia yang sudah berkontribusi dalam kegiatan pelestarian plasma nutfah serta pengembangan kegiatan pemuliaan tanaman di Indonesia.

Penghargaan diberikan kepada belasan orang dari kalangan perorangan, perusahaan, NGO, maupun pemerintah daerah. Antara lain PT East West Seed Indonesia, Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Karo, serta petani bernama Sumanah dan Darmin yang merupakan pemulia tanaman dari kalangan petani perorangan. (Biro Humas dan Informasi Publik Kementan/111)

Agro Pilihan