KPK Anugerahkan Penghargaan Anti Gratifikasi ke Kementan

Rabu, 13 Desember 2017, 17:33 WIB

Kementan meraih penghargaan untuk kategori Kementerian dengan Sistem Pengendalian Gratifikasi Terbaik. | Sumber Foto:Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan penghargaan kepada 10 institusi kementerian atau lembaga. Salah satunya, Kementerian Pertanian (Kementan) meraihnya untuk kategori Kementerian dengan Sistem Pengendalian Gratifikasi Terbaik.

Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan, Saut Situmorang mengatakan bahwa penghargaan ini diberikan atas kinerja kementerian dalam pencegahan korupsi di instansinya masing-masing. “Penghargaan KPK ini sesuatu nilai yang tidak bisa diukur walau cuma sertifikat. Tapi mudah-mudahan ini bisa jadi pendorong bagi mereka (penerima penghargaan) untuk berlomba-lomba memenangkan kebaikan, memenangkan anti korupsi, memenangkan rakyat. Yang mereka lakukan itukan memenangkan rakyat dan KPK harus apresiasi sesuai dengan tema kita menuju masyarakat sejahtera,” kata Saut, disela-sela Peringatan Hari Anti Korupsi Se-Dunia 2017 di Jakarta, Selasa (12/12).

Mengenai gratifikasi atau dugaan korupsi di Kementan, KPK memastikan sampai saat ini belum ada hal yang signifikan untuk ditindaklanjuti. Adapun mengenai berbagai program seperti distribusi alsintan, pupuk dan benih, KPK membantu manajemen di Kementan untuk memastikan bahwa pengadaan sesuai ketentuan dan aturan hukum yang berlaku.

Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo mengapresiasi penghargaan yang diterima Kementan dari KPK. Apalagi sejak awal, Amran dinilai sebagai sosok yang sangat anti korupsi. “Saya melihat Mentan sejak pertama kali dilantik, sudah punya road map yang jelas dalam pencegahan korupsi dan gratifikasi,” katanya.

Suwandi, Plt Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan menyebutkan, terkait penertiban aparatur yang dilakukan selama tiga tahun, Amran telah melakukan demosi dan mutasi 1.293 pegawai Kementan, termasuk di antaranya 435 pegawai pada Badan Karantina Pertanian. Amran juga bekerja cepat memproses kasus seperti pada jam 10 pagi menerima laporan salah satu oknum pegawainya melakukan pungli dan terkonfirmasi kebenarannya, maka di jam 11 sudah ditandatangani SK pemecatan. Amran juga pernah mencopot lima orang pejabat pada satu direktorat jenderal yaitu satu pejabat Eselon 1 dan empat direktur. (Biro Humas dan Informasi Publik Kementan/111)