KLHK: Penebangan Hutan Terus Menurun

Sabtu, 05 Januari 2019, 06:14 WIB

KLHK tingkatkan kesiapsiagaan dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). | Sumber Foto: KLHK

AGRONET -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), hingga akhir Desember 2018 tercatat menyumbang untuk devisa negara mencapai 12,17 milyar US$ dari aktivitas perdagangan sektor hasil hutan. Angka ini merupakan rekor tertinggi yang dicatatkan oleh sektor hasil hutan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.
 
Hal ini terungkap pada kegiatan Dialog Refleksi Kinerja untuk Persiapan Kerja 2019 KLHK di Jakarta (31/12). Menteri LHK, Siti Nurbaya, mengaku cukup puas karena angka capaian tersebut yang merupakan wujud keberhasilan para stakeholder sektor LHK yang telah mau mengikuti langkah-langkah koreksi untuk perbaikan pengelolaan sektor LHK. Beliau meminta keberhasilan ini harus diteruskan di masa-masa  yang akan datang.
 
"Sasaran di tahun 2019 adalah keseimbangan kelestarian lingkungan dalam pembangunan. Meningkatkan sumbangan ekonomi melalui konfigurasi bisnis baru dan circular ekonomi, serta memperkuat aksi korektif sebagai landasan pembangunan berikutnya," ujar Menteri Siti, dalam siaran persnya.
 
Dia juga mengungkapkan bahwa laju deforestasi di Indonesia terus menurun dan sudah dapat dikendalikan. Hal ini menurutnya terkait dengan langkah-langkah perbaikan yang terus dilakukan oleh KLHK dibantu dengan dunia usaha dan masyarakat. Contohnya pada penerapan sistem legalitas kayu dan penegakan hukum LHK yang tentu saja berkontribusi positif dalam penurunan laju deforestasi hutan.
 
Sementara itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Purwadi Soeprihanto, mengatakan bisnis sektor kehutanan semakin berkembang dengan adanya arahan dari KLHK untuk menerapkan corrective actions. "Saat ini kami bisa membuktikan bahwa sektor kehutanan bukanlah sunset industri, pada tahun 2018 ini kami mencatat rekor tertinggi penyumbang devisa dari sektor hasil hutan yaitu sebesar 12,17 Milyar US$," ujar Purwadi.
 
Lebih lanjut dia menjelaskan, kontribusi devisa sebesar 12,17 milyar US$ ini merupakan buah dari pergeseran penggunaan bahan baku untuk industri kehutanan dari hutan alam ke hutan tanaman industri (HTI). Dengan pergeseran ini dipastikan kelestarian hutan terwujud dan bisnis sektor kehutanan akan semakin berkembang. 
"Besaran jumlah bahan baku kayu industri kehutanan tahun 2018 ini sebanyak 37 juta m3 bersumber dari HTI dan hanya tinggal 5,6 juta m3 yang bersumber dari hutan alam," ungkapnya. 
 
Hal lain yang mendorong kelestarian hutan dan tentunya bisnis sektor kehutanan. Menurut Purwadi adanya arahan dari KLHK untuk meningkatkan produktivitas kayu dari hutan alam dengan teknik silvikultur intensif. Dengan teknik ini produktivitas kayu dalam suatu areal dapat meningkat, sehingga mengakibatkan luasan areal hutan alam yang dieksploitasi semakin kecil, hutan semakin lestari. (591)