Jokowi : Tak Ada Beras Jelek dari Gudang Bulog

Sabtu, 12 Januari 2019, 06:47 WIB

Jokowi Pastikan Tak Ada Beras Jelek dari Gudang Bulog | Sumber Foto:Dok Bulog

AGRONET --  Kualitas Beras Bulog sering dikeluhkan baik oleh pengguna mupun pedagang. Beras yang dikeluarkan Perum Bulog  memiliki kualitas yang kurang baik. Namun presiden Joko Widodo  rupanya tidak sependapat. Jokowi  telah melakukan pengecekan di beberapa tempat , hasilnya tidak ada beras Bulog dengan kualitas yang kurang baik.  

"Siapa bilang? Kemarin saya cek di Tulungagung dan beberapa tempat, nggak ada masalah untuk kualitas," kata Jokowi di sela-sela kunjungan ke Gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (10/1/2019). Jokowi bahkan mengatakan saat ini kualitas beras Bulog terus mengalami perbaikan. Menurutnya, saat ini sudah tak ada lagi keluhan soal kualitas beras Bulog.

"Kalau dibandingkan dengan tahun-tahun yang lalu, ya masih banyak yang hitam, yang cokelat, sekarang nggak ada keluhan-keluhan semacam itu," jelasnya. Lebih lanjut, ia juga memuji sistem manajemen stok Bulog saat ini. Pasalnya, Bulog memiliki sistem yang mempermudah perputaran beras sehingga kualitas beras tetap terjamin.

"Kalau saya lihat, kalau saya bandingkan dengan 3-4 tahun lalu saya ke sini. Manajemen stok yang sekarang dikerjakan Bulog keliatan sekali. Ini mempermudah rolling, atau perputarannya. Cukup rapi manajemen gudangnya," ungkapnya.

Harga Beras Mulai Turun

Sementara itu, saat ini stok beras di gudang Bulog ada sebanyak 2,1 juta ton. Jumlah tersebut dianggap masih banyak dan cukup untuk mengintervensi harga beras yang belakangan mengalami kenaikan.

Menurut Jokowi, operasi pasar secara rutin yang telah dilakukan Perum Bulog  terbukti telah membuat harga beras turun. Hal tersebut disampaikan presiden, berdasarkan laporan yang diterima  dan  setelah kunjungan  langsung ke Pasar Induk Beras Cipinang,. 

"Saya juga mendapatkan informasi dari KaBulog (Budi Waseso), kemarin saya diajak juga di Cipinang memang sudah turun, baru Rp 50 (per kg). Nah, itu trennya turun karena juga sudah beberapa hari ini Bulog melakukan operasi pasar besar-besaran," tegas Jokowi.

Selain itu, Jokowi mengatakan harga beras akan terus turun karena masa panen makin dekat yaitu di Februari dan Maret.  "Tren harga beras mulai turun dan apalagi nanti di bulan Februari, bulan Maret, sudah mulai masuk ke panen raya. Nah, ini juga akan mempengaruhi suplai daripada produksi lagi di lapangan," sambungnya.

Stok beras di gudang Bulog saat ini 2,1 juta ton tergolong besar dan aman. Hal ini bila dibandingkan pada tahun 2017, di mana stok hanya sebanyak 800 ribu ton. "Sebuah stok yang memang besar. Kalau kita lihat dulu, sudah Desember itu pasti segini nih (jumlah sedikit), wah ini masih banyak sekali. Oleh sebab itu stok ini harus kita pakai untuk menjaga agar harga bahan pokok ini terutama beras bisa sedikit turun," tuturnya . (234)