Domba Komposit Sumatera, Hasil Silang dengan Domba Amerika

Minggu, 13 Januari 2019, 05:30 WIB

Domba komposit Sumatera | Sumber Foto: bpatp

AGRONET -- Domba adalah ruminansia dengan rambut tebal. Hewan ini dikenal karena dipelihara untuk dimanfaatkan dagingnya. Daging domba memiliki peranan penting, yakni sebagai salah satu penyumbang protein hewani yang sangat penting untuk pemenuhan gizi manusia.

Ada beberapa aspek menarik dari domba, antara lain domba dapat berkembangbiak dengan cepat dan dapat dengan mudah menyesuaikan diri pada lingkungan. Dagingnya relatif sangat digemari oleh masyarakat dalam negeri dan luar negeri, khususnya negara-negara Timur Tengah. 

Badan Peneitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Ternak (Balitnak) menghasilkan teknologi unggul berupa domba komposit Sumatera. Domba ini adalah domba unggul hasil persilangan antara bibit domba lokal Sumatera dengan bibit domba St. Croix asal Virgin Islands, Amerika Serikat, dan domba barbados blackbelly asal Barbados Islands.

Penelitian pembentukan domba komposit Sumatera telah berlangsung lebih dari dua dekade. Hingga menghasilkan domba yang dapat dikembangkan dalam kondisi pemeliharaan semi intensif. 

Jenis domba ini memiliki ciri berupa pola warna bulu seragam seperti putih, coklat, belang, atau berpola warna barbados blackbelly. Terdapat beberapa keunggulan domba komposit Sumatera, antara lain mampu beradaptasi pada lingkungan tropis dan lembab.

Selain itu, domba komposit Sumatera juga memiliki siklus reproduksi sepanjang tahun. Pertumbuhan yang baik (101 gram per hari) hingga memiliki jumlah anak sekelahiran sama dengan domba lokal.

Populasinya saat ini sekitar 23.000 ekor dan menyebar terutama di Provinsi Sumatera Utara, NAD, Riau, Banten, dan Jawa Tengah. Pengembangan domba ini  bekerja sama dengan pihak perkebunan kelapa hibrida, kelapa sawit, karet, dan koperasi Wirasmadaya. (591)

BERITA TERKAIT