Agar Lengkeng Bisa Berbuah, Ini Caranya

Minggu, 13 Januari 2019, 05:36 WIB

Buah lengkeng. | Sumber Foto: Balitjestro

AGRONET -- Dalam membudidayakan tanaman lengkeng sering dihadapkan pada permasalahan.  Pada beberapa varietas tertentu, biasanya lengkeng susah berbuah.

Lengkeng sulit berbunga karena tanaman ini berasal dari daerah subtropika. Faktor suhu rendah berperan dalam pembungaan tanaman ini.

Dalam laman resmi  Balitjestro, peneliti Balitjestro, Buyung Al fanshuri, menjelaskan tanaman lengkeng di Indonesia pada awalnya bisa berproduksi baik pada daerah yang mempunyai suhu rendah minimal 2 bulan pada saat bulan kemarau. Seperti di antaranya Temanggung, Ambarawa, dan Batu.

Petani tradisional di Thailand, awalnya mereka mengkondisikan lingkungan sekitar tanaman agar suhunya stabil rendah dengan menyemprotkan atau menyiram es di sekitar tanaman. Cara konvensional ini sudah tidak dilakukan lagi seiring ditemukannya bahan kimia.

Bahan kimia ini mampu menginduksi tanaman sehingga bisa berbunga. Penemuan inilah yang menjadikan Thailand sebagai salah satu negara produsen buah lengkeng terbesar.

Ada beberapa cara dalam menginduksi tanaman lengkeng agar berbunga, antara lain:

  1. Perlakuan secara fisika, yaitu dengan cara melukai batang tanaman lengkeng. Misalnya dikerat atau dikelupas kambium di batang utama. Cara ini lebih murah namun kurang terukur aplikasinya.
  2. Perlakuan secara kimia, yaitu dengan pemberian bahan kimia penginduksi. Cara ini lebih terukur dan tingkat keberhasilan lebih tinggi dibandingkan dengan fisik. Metode pemberian bisa dilakukan dengan tiga cara yakni: Disiram di tanah di bawah kanopi/daerah perakaran; Disemprotkan ke daun; Diinjeksi ke batang utama atau akar pohon. Cara ini dilakukan pada tanaman lengkeng yang besar yang tidak memungkinkan disiram atau disemprot.

Untuk menginduksi lebih disarankan dengan cara kimiawi karena apabila dengan secara fisika kelemahannya dapat merusak tanaman dan kurang terukur. Perlakuan kimia dengan cara disiram mempunyai tingkat keberhasilan yang lebih tinggi. Oksidator yang digunakan menggunakan KCLO3 dan NaCLO3 dengan merk dagang bermacam-macam.

Kemudian syarat utama perlakuan, daun diujung malai harus dewasa-tua, bukan daun muda. Apabila dalam satu tanaman sudah didominasi daun tua namun ada beberapa yang masih muda maka daun yang muda harus dipangkas.

Waktu yang tepat untuk induksi adalah di musim kemarau dan lebih optimal ketika suhunya rendah (mbediding). Hindari musim penghujan. Jika terjadi hujan deras maka zat kimia yang sudah diperlakukan kemungkinan akan tercuci sebelum terserap tanaman. (591)