Manisnya Budi Daya Pepaya Merah Delima

Senin, 14 Januari 2019, 07:06 WIB

Pepaya merah delima. | Sumber Foto: Flora dan Fauna

AGRONET -- Menyusuri daerah pinggir pantai selatan di Kabupaten Kebumen dan Cilacap, Jawa Tengah, dengan mudah kita menemukan hamparan kebun pepaya. Lahan dan agroekosistem pada beberapa wilayah di kedua kabupaten tersebut sangat cocok untuk pengembangan pepaya.

Seperti dirilis Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, beberapa tahun yang lalu Kebumen merupakan salah satu sentra pepaya terbesar di Jawa Tengah. Serangan bakteri Erwinia dan penyakit lain di tahun 2013 menyebabkan berkurangnya luas pengembangan pepaya di kabupaten tersebut.

Pengembangan pepaya di daerah ini mulai menggeliat kembali sejak 1-2 tahun terakhir. Pada tahun 2017, melalui sinergi antara BPTP Jawa Tengah, Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika dan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kab. Banyumas mulai merintis pengembangan pepaya varietas merah delima hasil inovasi Balitbu Tropika Balitbangtan. Pepaya dengan perfoma buah mirip calina tetapi lebih manis ini mulai ditanam dan disukai beberapa petani di Kebumen.

Ruslan, petani pepaya di Desa Petikusan Kec. Merit, Kebumen, mulai mengembangkan pepaya merah delima di lahan berpasir pada akhir tahun 2017. Sejak September 2018 Ruslan dan beberapa petani lainnya telah merasakan manisnya budi daya pepaya tersebut.

Omset yang diperoleh selama 2 bulan panen sudah mencapai Rp30 juta. Padahal Ruslan hanya menanam 700 pohon. Contoh sukses ini membuat petani di sekitarnya tertarik untuk menanam varietas pepaya unggul Balitbu Tropika ini.

Di penghujung tahun 2018 lalu, BPTP Jawa Tengah dan Balitbu Tropika kembali hadir untuk mendukung pengembangan pepaya merah delima di daerah ini melalui kegiatan Bimbingan Teknis Produksi Benih Pepaya Merah Delima. Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan teknik produksi benih dan memacu semangat petani dan penangkar untuk memproduksi sendiri benih pepaya dengan metode yang tepat.

Kegiatan Bimtek berlangsung di Desa Adipala, Cilacap dan di Desa Petikusan Mirit, Kebumen. Pada kesempatan tersebut, Tri Budiyanti, peneliti pepaya Balitbu Tropika sebagai narasumber menyampaikan bahwa pepaya merah delima merupakan varietas bersari bebas sehingga benih dari pohon induk dapat ditanam kembali melalui metode isolasi penyerbukan bunganya secara tepat.

Kegiatan yang diikuti oleh lebih kurang 60 petani dari dua kabupaten tersebut mendapatkan respon yang baik dari peserta. Tri Budiyanti juga menyampaikan informasi tentang penyakit utama pepaya dan langkah-langkah pengendaliannya. (591)