Kenduri Durian, Bincang Ahli untuk Meningkatkan Produksi Durian Nasional

Selasa, 15 Januari 2019, 11:05 WIB

Aneka olahan durian. | Sumber Foto: Litbang Pertanian

AGRONET -- Indonesia kaya akan aneka sumber daya alam, seperti sumber daya di bidang perkebunan. Untuk itu kita harus tetap menjaga kelestariannya.

Seperti buah durian, pada tahun ini begitu melimpah, baik di Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan di tempat lainnya. Jenisnya pun beragam, ada jenis namlung, cumasi, bawor, merah banyuwangi, pelangi, dan sebagainya.

Seperti diberitakan Litbang Pertanian, beberapa tokoh, ahli, dan penggemar durian berkumpul di Gayatri Nursery, Depok, Jawa Barat (12/1). Mereka melakukan acara kenduri durian yang diselenggarakan oleh Komunitas Maniac Durian dan Organic Kitchen Garden. Acara menampilkan talkshow dengan narasumber ahli durian, kuliner durian, dan benih durian. 

Acara menghadirkan narasumber, antara lain Panca Jarot Santoso dari Balitbu Kementan, Reza Tirtawinata dari Yayasan Durian Nusantara, serta ahli durian dari Malaysia. Mereka mengupas tentang lika-liku budi daya durian.

Indonesia memang salah satu produsen durian. Namun belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri dan pasar global. Untuk itu potensi pengembangan durian masih terbuka luas.

Kuliner durian pun perlu dikembangkan, tidak hanya dodol, tempoyak, atau es krim, tapi juga dapat dijadikan aneka aneka dessert dan aneka lauk-pauk. Seperti pada acara ini, peserta membawa potluck olahan durian yang bisa dicicipi seluruh peserta saat santap siang.

Dalam acara durian juga tersedia dan bisa dibawa pulang. Untuk durian bawor banyumas dibandrol Rp80.000/kg dan durian banten pada kisaran Rp75.000-150.000 per buah sesuai ukurannya. 

Dari hasil bincang-bincang itu, durian musang king menjadi buah bibir, dengan harga yang terus melejit. Juga durian pelangi, agar segera bisa semakin berkembang untuk memenuhi pasar dalam negeri dan menembus pasar global. (591)