Garap Lahan Rawa, Kalimantan Selatan Diproyeksikan Jadi Lumbung Pangan

Kamis, 24 Januari 2019, 14:45 WIB

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat meninjau lahan rawa. | Sumber Foto: Kementan

AGRONET -- Kementerian Pertanian memanfaatkan lahan rawa untuk pertanian, melalui program selamatkan rawa sejahterakan petani (Serasi) di Kalimantan Selatan. Ini merupakan proyek strategis untuk provinsi Kalimantan Selatan untuk menjadi penopang pangan di luar Jawa.

Hal itu disampaikan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Tajau Landung, Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar, beberapa Waktu lalu. Dia optimis program ini akan memberi dampak positif kepada semua pihak.

“Saya yakin dengan program Serasi maka petani bisa untung 6 kali lipat. Pertama, produktivitas meningkat dari 2 ton menjadi 6 ton per hektare. Selain itu, waktu menanam jauh lebih singkat, dari 25 hari menjadi 3 jam. Tentunya ini sesuai dengan misi kita untuk tingkatkan kesejahteraan petani," jelas Amran.

Kalimantan Selatan merupakan satu dari enam provinsi yang akan dijadikan proyek percontohan program Serasi. Lima provinsi lainnya adalah Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Tengah.

"Strategi percepatan implementasi ini adalah mencari alternatif lahan untuk mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai lumbung pangan. Apalagi potensi lahan rawa di Indonesia sangat besar," ujar Amran.

Lahan rawa di wilayah Kalimantan Selatan yang sudah teridentifikasi berpotensi digarap sebagai lahan pertanian mencapai 450 ribu hektare. Sebagai pilot projek, seluas 200 ribu hektare lahan rawa akan dioptimalkan.  

Untuk optimasi lahan rawa di wilayah ini, Kementan mengirimkan bantuan berupa puluhan alat mesin pertanian, seperti escavator besar, escavator kecil, traktor roda empat, RMU (mesin penggiling padi), pompa air untuk irigasi, benih, pupuk, dan lain-lain. 

“Pemanfaatan rawa nantinya akan saling terintegrasi antara lahan ternak, perkebunan, dan sawah. Pelaksanaannya pun dilakukan bersama lintas sektoral dan bersinergi dengan pemangku kepentingan seperti kementerian BUMN, Kementerian PUPR, dan lembaga keuangan,” sebutnya.

Dalam program Serasi, pemerintah mendorong peningkatan kesejahteraan petani melalui konsep koperasi yang dikorporasikan. Selama setahun, program Serasi akan dibiayai oleh pemerintah pusat.  Kemudian di tahun berikutnya terus bertransformasi menjadi korporasi, sehingga dikelola secara matang dengan perhitungan profit yang profesional.

Untuk mendukung korporasi petani, pemerintah juga merombak sistem pertanian yang konservatif menjadi modern. Perombakan dimulai dari sektor produksi hingga proses setelah produksi.

Modernisasi dalam optimasi lahan rawa dilaksanakan melalui tata kelola air dan lahan, seperti kegiatan rehabilitasi, penyempurnaan infrastruktur pintu air irigasi, penguatan pematang, tanggul, drainase, dan lainnya. Penerapan teknologi budi daya tanaman disesuaikan dengan tipologi lahan. (591)

Agro Pilihan