Kubis Berastagi Komoditas Andalan Ekspor

Senin, 04 Maret 2019, 16:16 WIB

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil saat melepas ekspor 25 ton kubis ke Malaysia, | Sumber Foto: Kementan

AGRONET -- Kubis asal Berastagi, Sumtera Utara, merupakan salah satu komoditas hortikultura penyumbang jumlah ekspor terbesar. Hingga saat ini ada 5 negara tujuan ekspor, yakni Taiwan, Malaysia, Jepang, Singapura, dan Korea Selatan.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil, saat melepas ekspor 25 ton kubis ke Malaysia (28/2), mengatakan data statistik Karantina Belawan mencatat ekspor kubis dari pelabuhan Belawan selama 5 tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Kecuali di tahun ke-3 yang mengalami penurunan disebabkan kondisi alam pascaerupsi Gunung Sinabung. 

Tahun 2012, ekspor kubis sebesar 11.747 ton dengan nilai Rp35.243 miliar, tahun 2013 sebesar 13.133 ton senilai Rp39,401 miliar. Kemudian tahun 2014 sebesar 8.933 ton dengan nilai Rp26,800 miliar, tahun 2015 sebesar 17.043 ton senilai Rp51,131 miliar, tahun 2016 sebesar 32. 680 ton dengan nilai Rp98,040 miliar, serta tahun 2017 sebesar 18.459 ton senilai Rp55,379 miliar, dan tahun 2018 sebesar 15.228 ton dengan nilai Rp45,906 miliar.

"Penurunan selama 2 tahun terakhir ini disebabkan semakin ketatnya persyaratan keamanan pangan dari negara tujuan ekspor. Terutama Jepang, Korea Selatan ,dan Singapura, yang memiliki standar syarat keamanan pangan yang cukup tinggi," jelas Jamil.

Untuk mengatasi hal ini, di awal tahun 2019 Barantan melakukan pendampingan kepada para eksportir guna memenuhi persyaratan ekspor. Termasuk kepada petani kubis di Brastagi, Kabupaten Karo ini, melalui Karantina Belawan dilakukan mitigasi organisme penggangu tumbuhan (OPT) melalui inline inspection.

Pendampingan mulai dari pertanaman kemudian penanganan pascapanen sampai ke pengangkutan agar sesuai dengan persyaratan negara tujuan ekspor. "Penerapan inline inspection Insya Allah dapat menjadi solusi untuk kembali meningkatkan volume ekspor kubis asal Sumatera Utara," ungkap Jamil.

Selain kubis, juga dilepas ekspor 19 produk lainnya dengan total nilai Rp272,166 miliar. Kepala Karantina Belawan, Bambang Haryanto, merinci data produk yang telah disertifikasi oleh pihaknya, seperti kopi biji sebesar 788.845 ton senilai Rp70,215 miliar. Sayuran 50,2 ton senilai Rp125 juta, kayu manis 125,5 ton senilai Rp4,076 miliar, dan pinang biji 1485 ton senilai Rp22,275 miliar.

Kemudian, ekspor karet lempengan 1577.88 ton senilaiRp29,976 miliar, karet lembaran 469,08 ton senilai Rp1,312 miliar, nipah 151,533 ton senilai Rp1,057 miliar, lidi 26,8 ton senilai Rp99 juta. Getah pinus 79,893 ton senilai Rp766 juta, gambir 27 ton senilai Rp945 juta. Minyak sawit 13620,59 ton senilai Rp122,572 miliar dan kelapa parut 45,75 ton senilai Rp2,057 miliar.

"Kayu oak putih 255,8326 m3 senilai Rp1,245 miliar,  kayu karet 1684,10m3 senilai Rp9,428 miliar. Ekaliptus sawn timber sebesar 19,7627 m3 senilai Rp124 juta, teh 24,8 ton senilai Rp62 juta, kayu olahan 465,13 m3 senilai  Rp1,991 miliar, silver prills/ palmitic acid 194,1 ton senilai Rp1,853 miliar, dan beef produk 9,103 ton senilai Rp773 miliar," pungksanya. (591)