Kebijakan Pertanian Harus Sentuh Generasi Muda

Selasa, 02 April 2019, 09:42 WIB

Gambar ilustrasi | Sumber Foto: bppsdmp pertanian

AGRONET -- Pemerintah harus membuat kebijakan yang menyentuh generasi muda guna memajukan sektor pertanian.  Terkait fenomena di lapangan  bahwa pertanian lebih banyak diisi oleh orang-orang tua. Hal ini dinilai penting karena perkembangan teknologi semakin maju. 

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, H. Mochammad Maksum Machfoedz, menyatakan saat ini sektor pertanian tidak bisa hanya dengan mengandalkan orang-orang tua, sementara perkembangan teknologi tidak terbendung. Pada sisi lain, ujar dia, para anak muda menjauhi sektor pertanian. 

"Ada yang harus kita benahi dalam public policy," kata Maksum di sela-sela pembukaan Rakernas Lembaga Pengembangan Pertanian Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan Konsolidasi Tani Nelayan se-Indonesia di Hotel Grand Cempaka Jakarta Pusat, Senin (1/4).

Menurut dia, saat ini bagaimana kita membangun pertanian sehingga sektor ini bisa merangsang anak-anak muda masuk ke sektor pertanian. Menurutnya, dengan mengajak pemuda turut membangun sektor pertanian, maka akan mencegah terjadinya kepincangan ekonomi negara.

Pria yang juga guru besar sosial ekonomi industri pertanian di Universitas Gajah Mada ini mengemukakan agar pemuda melirik ke dunia pertanian, yakni dengan memasukkan teknologi. Kemudian membuka beragam peluang ekonomi di pertanian. Khusus teknologi karena pemuda dianggapnya lebih memahami hal tersebut.

Namun demikian, ia mengakui bahwa ada persoalan sosiologis yang harus diselesaikan. Menurutnya, ini perlu menjadi perhatian agar tidak memunculkan persoalan sosial yang baru di tengah masyarakat. (NU/591)