Sumut Prioritaskan Pembangunan Perkebunan Tahun 2020

Senin, 08 April 2019, 09:20 WIB

Forum Perangkat Daerah Penyusun Rencana Kerja Dinas Perkebunan Provinsi Sumut Tahun 2020. | Sumber Foto: Humas Pemprov Sumut

AGRONET -- Pembangunan perkebunan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) pada tahun 2020. Strategi pembangunan perkebunan melalui pengembangan sarana dan prasarana pendukung usaha, penguatan kelembagaan, perlindungan sumber daya perkebunan, pengembangan agro industri, dan peningkatan penerapan standarisasi perkebunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

“Prioritas pembangunan perkebunan tahun 2020. Ini sesuai sasaran prioritas Pemprov Sumut sesuai dengan visi misi Gubernur, membangun desa dan menata kota,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Sabrina, saat menghadiri Forum Perangkat Daerah Penyusun Rencana Kerja Dinas Perkebunan Provinsi Sumut Tahun 2020 di Hotel Le Polonia, Medan, Kamis (4/4).

Saat ini, kata Sekda, subsektor perkebunan memegang peranan penting dalam perekonomian Sumut. Hal ini dapat dilihat dari kontribusi sektor perkebunan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Sumut selama lima tahun terakhir. Rata-rata kontribusi sektor perkebunan terhadap PDRB dan Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) Sumut masing-masing sebesar 11,1 persen dan 13,5 persen.

Lalu perkebunan juga menyerap tenaga kerja yang cukup signifikan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukan angka 37,52 persen tenaga kerja yang berkarya di sektor pertanian. Hal itu pun ditunjang lantaran luas lahan perkebunan yang cukup besar, mencapai 2.169.601,62 Ha.

Selanjutnya, pada tahun 2020 target yang akan dicapai adalah kontribusi dari produksi komoditas unggulan perkebunan seperti kelapa sawit, karet, kopi, kelapa, dan kakao meningkat mencapai 11,17 persen, yang pada tahun 2017 di angka 10,28 persen.

Untuk mewujudkan target tersebut, dibuatlah kebijakan operasional yang meliputi pengembangan komoditas nasional melalui penerapan budi daya yang baik, pengembangan kawasan pertanian nasional, pengembangan perbenihan tanaman perkebunan, penguatan kelembagaan perkebunan, dan pengembangan teknologi panen, pasca panen dan pengolahan hasil. “Semua itu dirumuskan melalui program Peningkatan Produksi, Nilai Tambah dan Daya Saing Komoditas Perkebunan,” kata Sabrina.

Kepala Dinas Perkebunan Sumut, Herawati, mengharapkan melalui kegiatan ini semua kegiatan perkebunan berbasis kawasan agar hasilnya maksimal. Kegiatan perkebunan harus sinergi antara hulu dan hilir. “Makanya kita juga undang eksportir, sehingga apa yang diingankan eksportir tentang standar kualitas untuk ekspor tersampaikan pada petani,”ucap Herawati.

Melalui Peraturan Menteri Pertanian, katanya, sudah ada penetapan kawasan strategis nasional. Di Sumut ada komoditi kopi di empat daerah, yakni Humbang Hasudutan, Karo, Dairi, dan Toba Samosir. “Pemerintah Provinsi pun bakal membentuk Kawasan Strategis Provinsi di dalam kawasan itu nanti sektor agrari menyatu dan terpadu. Di satu desa akan ada tanaman perkebunan, tanaman pangan, dan perternakannya,” pungkasnya. (Humas Pemprov Sumut/591)