Kapal Ternak, Implementasi Program Tol Laut

Kamis, 25 April 2019, 10:29 WIB

Sapi diangkut dengan kapal khusus ternak dari daerah sentra. | Sumber Foto:Biro Humas dan Publik Kementan

AGRONET -- Pemanfaatan kapal khusus angkutan ternak dapat mengoptimalkan konektivitas daerah sentra produksi dan konsumen. Secara operasional moda transportasi laut angkutan ternak itu akan efektif melayani pengangkutan ternak, berlayar secara rutin, dan terjadwal.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Fini Murfiani, di Jakarta, kemarin (20/4) menjelaskan, seperti di wilayah bagian timur Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat besar untuk dikembangkan. Provinsi NTT dan NTB merupakan daerah sentra produksi ternak sapi yang menjadi penyangga kebutuhan daging sapi di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Kalimantan Timur. Sementara NTB banyak berkontribusi untuk pemenuhan kebutuhan sapi kurban.

Selama ini, pengangkutan sapi melalui jalur darat dan laut. Kedua jalur tersebut memiliki perlakuan dan prosedur yang berbeda baik dari sisi peralatan yang digunakan, aspek logistik, maupun kualitas ternak. Penyelenggaraan kapal khusus angkutan ternak memperhatikan prinsip animal welfare agar tercipta kondisi yang nyaman bagi ternak. Dilihat dari sisi efektifitas, keberadaan kapal ini dapat mengurangi waktu tempuh, diharapkan menghemat biaya, dan mengurangi susut berat ternak. 

Pengadaan kapal ini dilakukan oleh pemerintah termasuk pemberian subsidi biaya pengangkutan atau ongkos tambang. Fasilitas yang tersedia di kapal ternak, antara lain bongkar muat, asuransi, pakan dan air minum ternak selama pelayaran, pelayanan penanganan ternak, petugas dokter hewan 1 orang, mantri hewan 1 orang, dan kleder 10 orang.

Pengadaan kapal khusus angkutan ternak juga merupakan upaya tindak lanjut dari rekomendasi Litbang KPK terkait perbaikan tata niaga komoditas strategis daging sapi. KPK menilai pengangkutan ternak antar pulau dengan kapal laut selama ini didominasi oleh beberapa pelaku usaha. KPK merekomendasikan tersedianya alat angkut sapi yang dapat dimanfaatkan oleh banyak pihak dan memenuhi kaidah animal welfare. KPK juga merekomendasikan dibangunnya sarana dan prasarana loading-un loading di pelabuhan muat dan pelabuhan tujuan.

Pemanfaatan Muatan Balik Kapal Khusus Ternak

Kapal khusus ternak dapat dimanfaatkan pada arus balik untuk mengangkut bahan pakan ternak dari Pulau Jawa ke NTT. Biaya angkutan pakan buatan pabrik pun jika diangkut kapal ternak jauh lebih murah karena memanfaatkan arus balik.

Fini menyebutkan, NTT sebagai gudang ternak sapi, kerbau, dan babi membutuhkan kontinuitas ketersediaan bahan pakan ternak yang cukup sepanjang tahun. Namun pada musim kemarau ketersediaan bahan pakan ternak di Provinsi NTT cenderung terbatas. Untuk mengantisipasi kekurangannya perlu dipasok bahan pakan ternak dari daerah sumber pakan di Pulau Jawa. (591)