Musim Kemarau

Kementan Antisipasi Organisme Pengganggu Tanaman

Minggu, 18 Agustus 2019, 22:55 WIB

Dengan teknik tabela harus antisipasi serangan hama. (Gambar ilustrasi) | Sumber Foto:Kuta. Desa

AGRONET -- Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan), Enie Tauruslina, mengungkapkan untuk mengejar jadwal tanam dan memanfaatkan sumber air yang tersisa, sebagian petani di daerah pantura menerapkan sistem tanam benih langsung (tabela) hambur. Sistem tabela dapat menekan biaya produksi terutama dalam penggunaan tenaga kerja.

"Namun, sistem tanam tabela ini juga harus memperhatikan risiko serangan OPT. Dengan teknik tabela ini harus antisipasi juga kewasapadaan terhadap serangan hama dan penyakit" jelas Enie di Jakarta, Sabtu (17/8).

Petugas OPT dari Balai Besar Peramalan OPT, Irwan, menjelaskan saat membudidayakan padi dengan menggunakan sistem tabela hambur agar mewaspadai lima jenis OPT. Jenis hama pengganggu itu sesuai masa pertumbuhan tanaman.

"Waspada pada OPT burung dan tikus pada saat setelah penaburan benih. Kemudian waspada OPT penggerek, kresek, dan hawar pelepah, pada saat tanaman memasuki fase vegetatif,” ujarnya.

Irwan menjelaskan pengendalian OPT burung dan tikus bisa dilakukan dengan cara mekanis maupun kimia. Untuk mengantisipasi serangan burung dapat dilakukan dengan pemasangan jaring dan untuk pengendalian tikus dapat menggunakan perangkap.

Sedangkan pengendalian OPT penggerek, ujar Irwan, dapat dilakukan dengan cara pemasangan bumbung konservas yang digunakan untuk meletakan kelompok telur yang telah diambil dari areal pertanaman yang terserang. "Pemberantasan OPT kresek dan hawar pelepah dapat dilakukan dengan cara primitif. Cara ini lebih aman karna kita mengaplikasikan agens hayati Paaenibacilus polymixa," bebernya.

"Caranya cukup larutkan 5 ml per liter air larutan Paenibacillus polymyx pada saat perendaman benih. Kemudian semprotkan pada seluruh bagian tanaman pada usia tanaman 2, 4, 6 minggu setelah tanam,” pungkasnya. (591)