29 Tahun Minan ’Bermain' Ikan

Senin, 21 Agustus 2017, 22:42 WIB

Muhaiminan

AGRONET - Muhaiminan sudah ’bermain’ ikan sejak 29 tahun silam. Minan, begitu ia kerap disapa, mulai ’bermain’ ikan saat menginjakkan kaki di Sekolah Menengah Kejuruan Bidang Perikanan ”Sekolah Pertanian Pembangunan - Sekolah Usaha Perikanan Menengah - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia” (SPP SUPM HKTI).

”Sebelumnya orang tua saya petani tembakau. Setelah lepas SMP, saya masuk SPP SUPM HKTI Temanggung. Waktu itu sekolah baru buka, dan saya angkatan pertama,” kenang Minan.

Berawal dari bersekolah di kampung halaman, Temanggung, Jawa Tengah, kini setelah 29 tahun, Minan dipercaya menjadi Ketua Koperasi Ikan Hias ’Berkah Bersama’ Laladon, Kabupaten Bogor. Minan juga berperan sebagai pembudidaya dan pemasok ikan hias di sana.

Liku-liku usaha Minan dalam ’bermain’ Ikan diawali pada tahun 1991, selepas ia lulus SPP SUPM HKTI. ”Setelah lulus SUPM hijrah ke Bogor. Pernah juga kerja di luar ikan tapi nggak lama. Terus kembali lagi nekunin usaha ikan sampe sekarang,” jelas Minan.

Ikan konsumsi menjadi pilihan Minan saat mulai ’bermain’ ikan. Namun hanya bertahan 3 tahun. Tahun 1994 Minan terjun ke usaha ikan hias.

Awalnya, Minan menjalankan usaha ikan hias milik orang lain. Saat itulah Minan mulai mengamati tata kelola menjalankan usaha ikan hias. Dari hasil pengamatannya, Minan menyebutkan, ”Usaha ikan hias bisa dilakukan dilahan sempit, pakan lebih sedikit dibanding ikan konsumsi, penjualan ikan per ekor, dan nilai ekonomisnya lebih tinggi.” Melihat usaha ikan hias yang menjanjikan, pada 2004 Minan memberanikan ’bermain’ ikan secara mandiri.
Prospek usaha ikan hias ini tidak hanya disadari oleh Minan. Lebih dahulu, Di wilayah kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor usaha ini sudah dijadikan profesi secara turun temurun.

Beruntung Minan Hijrah ke Kabupaten Bogor. Selain budidaya ikan hias yang sudah turun temurun, Kabupaten Bogor juga merupakan penggiat perdagangan ikan hias termaju di Indonesia.

Tak hanya itu saja, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Hewan dan Ikan (Puskeswankan) Wilayah VI, Dinas Peternakan dan Perikanan, Kabupaten Bogor memfasilitasi Minan dan pembudidaya lainnya untuk berdagang di sekitar kantor UPT yang bertempat di Laladon. ”Awalnya, akhir 2014, Umar Wirahadikusumah, SE selaku Kepala UPT dan Bapak A. Junaedi, memberi kesempatan pembudidaya binaannya membuat tenda kios buat pemasaran ikan hias berjumlah sekitar 18 tenda,” ujar Minan.

Tak berselang lama, pada 5 Februari 2015, Dr. Maman Hermawan, M.Sc., Direktur Pengembangan Produk Non Konsumsi, Direktorat Jenderal Pengolahan Dan Pemasaran Hasil Perikanan (DJP2HP) Kementerian Kelautan Perikanan didampingi drh. Soetrisno, M.M., Kepala Dinas Peternakan Perikanan Kabupaten Bogor meresmikan 5 kios pemanen yang didanai oleh KKP. Dengan 18 tenda dan 5 kios permanen, sejak saat itu dibentuklah Paguyuban Ikan Hias Laladon. Paguyuban ini dibentuk untuk mengkoordinir para pembudidaya yang berdagang di lokasi tersebut.

Seiring berjalannya waktu transaksi jual beli ikan hias pun semakin ramai. Hal ini membuat Minan dan teman-temannya memiliki keinginan untuk membuat kios permanen.

Bak gayung bersambut, berkat dukungan KKP dan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor, terwujudlah 25 kios permanen pada awal 2015. Minan dan teman-teman pembudidaya sekaligus penjual ikan hias yang sebelumnya berjualan di tenda, langsung mengisi kios tersebut.

Langkah Minan terus berlanjut. Pada 14 Desember 2015, Hj. Nurhayanti S.H., M.M., M.Si., Bupati Kabupaten Bogor bersama Dr. Maman dan Ir. Siti Farikah, M.M., Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor, meresmikan Gedung Baru 'Pusat Promo dan Pemasaran Produk Non Konsumsi'. Di hari yang sama, untuk meningkatkan peran kelembagaan, Paguyuban Ikan Hias Laladon dilegalkan menjadi Koperasi Ikan Hias 'Berkah Bersama'. Minan diberi amanah menjadi ketua Koperasi yang menaungi 30 kios.

Banyak Dinas yang terlibat dalam mengembangkan Koperasi Bursa Ikan Hias Laladon. Budidaya Ikan Hias di bawah binaan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor, Dinas Koperasi berperan membina kelembagaan Koperasi ’Berkah Bersama’, dan bidang perdagangan dibina oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Dengan banyaknya dinas yang membina, Minan berharap, ”Jangka panjang koperasi bisa menjadi eksportir. Untuk itu saat ini sedang menata kemampuan anggota-anggota koperasi.”

Saat ini Minan beserta anggota koperasi berperan sebagai pemasok ke eksportir yang ada di Bogor dan Depok. ”Hampir semua jenis ikan hias jadi komoditi ekspor. Ikan-ikan produksi kabupaten Bogor, diekspor ke negara di Asia, Timur Tengah, Eropa, Amerika, dan Australia,” rinci Minan.

Tak hanya ekspor, prospek pasar lokal ikan hias pun tak kalah menjanjikan. Kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor, mewajibkan semua instansi pemerintah, hotel, bank, rumah sakit, dan lainnya memiliki akuarium (aquascape) yang diletakkan di ruangan atau lobbi menjadikan kebutuhan ikan hias terus meningkat.

Minan menuturkan, ”Adanya Kebijakan Pemda, kami berupaya untuk mengoptimalkan pasar lokal dengan koperasi. Dengan demikian serapan pasar sudah pasti dan membuka lapangan kerja baru. Otomatis, pembudidaya dan pelaku ikan hias akan meningkat ekonominya.” Disitulah peran koperasi, tambahnya.

Saat ini Minan banyak melakukan budidaya untuk ikan jenis Rainbow bosemani, corydoras albino, corydoras paleatus, brousmout (ancistrus), agamisi, platidoras. Bersama dengan petani ikan hias lain, Minan berusaha untuk memenuhi permintaan eksportir dan konsumen luar daerah yang jumlahnya cukup banyak. Permintaan ikan hias tidak pernah berhenti mengalir. Dari ikan hias yang mereka kumpulkan, hanya sebagian kecil yang digunakan untuk mengisi stock di kios Bursa Ikan Hias Laladon.

Bisnis ikan hias rupanya selalu menggairahkan. Pantas saja jika Minan selama 29 tahun tidak pernah bosan ’bermain' ikan. (269)

 

BERITA TERKAIT