Wisata Panen Telur Puyuh di Lembang

Senin, 21 Januari 2019, 18:38 WIB

Untuk dapat menghasilkan telur, seekor burung puyuh yang telah berusia di atas 30 hari telah dapat bertelur. | Sumber Foto:pertanianku.com

AGRONET – Setiap orang pasti pernah makan telur, tapi belum tentu setiap orang pernah memanen telur langsung dari kandang. Apalagi untuk orang yang tinggal di kota besar.

Tahu Susu Lembang jeli melihat peluang ini. Sebuah agrowisata yang diberi nama Wisata Edukasi Burung Puyuh dibangun di jalan Raya Lembang No. 177, Kabupaten Bandung Barat. Tepatnya di Kompleks Wisata Tahu Susu Lembang.

Di area agrowisata yang baru dibuka akhir tahun lalu ini diternak 5.000 ekor burung puyuh yang setiap hari bertelur. Wisata Edukasi Burung Puyuh ini mengerti betul kalau banyak orang kota, khususnya anak-anak yang belum pernah memanen langsung telur dari kandangnya.

Pengunjung tidak perlu khawatir karena semua burung puyuh telah divaksin sehingga pengunjung aman untuk langsung mengambil telur burung puyuh dari kandangnya. Lagi pula pengelola agrowisata ini secara teratur rutin membersihkan kandang dan lingkungannya.

Dibandingkan telur ayam, telur burung puyuh lebih menarik dilihat karena pada kulitnya terdapat pola bercak mirip tinta. Anak-anak pasti lebih menyukainya dibanding telur ayam yang berwarna polos. Selain itu, ukuran telur burung puyuh lebih kecil, sehingga lebih mudah dipanen anak-anak dibandingkan dengan telur ayam yang memiliki ukuran lebih besar.

Dalam keseharian kita dapat menjumpai telur burung puyuh yang telah diolah menjadi makanan. Kandungan gizi telur burung puyuh pun tidak kalah jika dibandingkan dengan telur ayam. Di dalam telur burung puyuh terdapat antara lain  protein 13 gr, karbohidrat 1,1 gr, besi 3,66 mg, kalsium 64 gr, riboflavin 0,478 mg, energi 170 kkal, dan asam phantothenat 1,438 mg.

Untuk dapat menghasilkan telur, seekor burung puyuh yang telah berusia di atas 30 hari telah dapat bertelur. Umumnya, setiap hari seekor burung puyuh menghasilkan sebutir telur dengan berat 12-14 gram. Rata-rata usia produktif burung puyuh hingga 1,5 tahun.

Untuk dapat menghasilkan telur, burung puyuh tidak perlu melalui proses perkawinan. Kuncinya dari makanan yang dikonsumsi. Seekor burung puyuh rata-rata sehari mengonsumsi pakan sebanyak 23 gram.

Menurut pengelola Wisata Edukasi Burung Puyuh, agrowisata ini memang ditujukan untuk keluarga. Kegiatannya tidak hanya memanen telur burung puyuh, tetapi juga edukasi bagi mereka yang tertarik belajar bisnis dan beternak burung puyuh. Hingga kini, kebanyakan mereka yang tertarik belajar bisnis dan beternak burung puyuh adalah yang menjelang atau telah pensiun.

Jika ingin menikmati fasilitas di dalam agrowisata Edukasi Burung Puyuh ini, setiap pengunjung cukup membeli tiket masuk seharga Rp 10.000. Harga tiket ini sudah termasuk lima butir telur burung puyuh yang dapat dibawa pulang dalam kondisi telah matang atau masih mentah. (555)