Azolla Bukanlah Gulma

Senin, 11 Desember 2017, 22:53 WIB

Azolla | Sumber Foto:Nur Bambang Priyo Utomo

AGRONET - Azolla, tanaman paku air yang memiliki ukuran mini ini bukanlah gulma.  Tanaman yang tumbuh di rawa dan persawahan berperan menekan pertumbuhan gulma.  Salah seorang peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB), Nur Bambang Priyo Utomo menyebutkan “Potensi azolla sangat besar.” 

Tanaman yang semula dianggap gulma ini dapat tumbuh di daerah tropis maupun subtropis.  Azolla  bersama ganggang biru-hijau (Anabaena azollae) merubah unsur nitrogen (N2) menjadi amonium yang berguna bagi tanaman. Pemanfaatan azolla pada lahan pertanian mampu meningkatkan produksi gabah serta memperbanyak jumlah anakan pada padi.

Penggunaan pupuk urea semakin berkurang dengan adanya azolla ini.  Sebagai pupuk organik, azolla dapat langsung disebar, dibenamkan, diolah dalam bentuk kering atau dijadikan kompos.  Tidak hanya dapat dijadikan pupuk, azolla juga dapat dimanfaatkan sebagai makanan ternak (pakan).

Kandungan protein yang tinggi hingga 31,25 persen dan serat kasar mencapai 13 persen, serta struktur daun dan batang yang lembut cocok untuk dijadikan pakan unggas.  Cukup mencampur 15 persen azolla dalam ransum bebek biaya pakan akan lebih efisien.  Produksi susu sapi perah pun mampu meningkat hingga 15 persen dengan penambahan paku air ini dalam pakan. 

Azolla sebagai pakan ikan dapat menghemat pellet hingga 50 persen.  Pertumbuhan ikan tetap optimal, kesehatan ikan lebih terjaga.  Selain bermanfaat sebagai pakan, azolla dapat menjadi obat herbal bagi ikan. Dengan membudidaya azolla juga dapat mencegah pertumbuhan jentik nyamuk di lingkungan sekitar.

Membudidaya azolla di lingkungan rumah cukup mudah.  Hanya perlu menyediakan lahan minimal seluas 2x1 meter.  Jika tidak memungkinkan untuk diletakkan di rawa ataupun persawahan, cukup diletakkan di terpal.  Agar menyerupai habitat asalnya, kolam buatan tadi diberi lumpur dan pupuk kandang. 

Dalam masa pertumbuhan, azolla membutuhkan matahari yang cukup.  Jika terlalu terik, diperlukan pelindung agar azolla tidak mati.  Hanya dibutuhkan waktu 5 sampai 15 hari untuk panen pertama.  Panen selanjutnya tiap 7 sampai 14 haru sekali.  Cukup memanen setengah dari total azolla yang tumbuh.  Setengah bagian lainnya dapat dijadikan bibit.

Azolla yang dulu hanya dipandang sebelah mata kini sudah banyak membudidaya.  Adapula yang menggantungkan hidupnya dengan hanya membudidaya azolla.  Banyaknya manfaat dari budidaya azolla, membuktikan azolla bukanlah gulma. (269)