Budidaya Belut Tanpa Lumpur di Rumah

Rabu, 08 April 2020, 15:12 WIB

Budidaya belut tidak terlalu ribet jika dibandingkan dengan budidaya jenis ikan lainnya. | Sumber Foto:Dok Istimewa

AGRONET -- Budidaya belut sawah (Monopterus albus) saat ini mulai berkembang pesat. Hal ini tidak terlepas dari kandungan gizi belut yang cukup tinggi, selain itu cara budidaya belut tidak terlalu ribet jika dibandingkan dengan budidaya jenis ikan lainnya.

Untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat terhadap belut, maka diperlukan usaha intensifikasi dan pembaharuan pola usaha budidaya belut. 

Cara budidaya yang disajikan kali ini tidak menggunakan kolam atau drum seperti kebanyakan, namun prosesnya cukup mudah untuk dilakukan pemula. Salah satu kelemahan dari metode yang satu ini hanyalah persiapan makanan yang lebih banyak karena belut hanya mendapat makanan dari pakan yang kita berikan. Namun, kelemahan tersebut juga bisa menjadi kelebihan karena belut lebih bisa dikontrol ketika terkena penyakit dan turunnya angka kanibalisme.

Karena tidak ribet dan tidak membutuhkan tempat yang terlalu luas, budidaya belut dapat dilakukan sendiri di rumah dan cocok guna memanfaatkan lahan yang masih tersisa. Langkah-langkah budidaya belut tanpa lumpur sebagai berikut: 

1. Persiapan Air dan Tempat Budidaya

Siapkanlah sebuah kolam yang dibeton sekelilingnya karena hewan ini suka sekali menggali dan jaring sesuai dengan luas kolam yang dibuat.

Kolam permanen yang dibangun dengan menggunakan semen atau batako, membutuhkan biaya yang lumayan tinggi jika dibandingkan dengan drum ataupun kolam terpal. Namun, kolam tembok tahan terhadap kebocoran akibat hewan perusak kolam, serta dapat memudahkan mengontrol air dan hewan pengganggu.

Ukuran idel kolam disesuaikan dengan jumlah belut, yaitu 50 hingga 100 ekor belut per meter perseginya. Jangan lupa untuk membuat sistem pembuangan air pada kolam. 

Selain itu, siapkan air bersih yang jernih dan tidak mengandung zat kimia dengan suhu 26-28 derajat Celsius. Hindari penggunaan air PDAM karena kandungan kaporitnya yang tinggi, air sumur yang minim kandungan oksigen, dan air limbah. Intinya, siapkan air yang kaya oksigen, terutama untuk bibit belut yang masih kecil.

2. Pemilihan Bibit dan Cara Menebarkannya

Setelah tempatnya disiapkan, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah menyiapkan bibit yang akan digunakan.

Setelah kolam belut terfermentasi dengan baik, maka langkah selanjutnya dalam budidaya belut yaitu dengan memilih bibit belut. Namun jangan sembarangan dalam memilih bibit belut, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam ternak belut, yaitu :

A. Bibit Belut Bebas Luka

Hal utama dalam memilih bibit belut yang baik yaitu pilihlah bibit belut yang terbebas dari luka. Baik luka lecet karena gesekan, ataupun luka karena penyakit. Karena luka pada belut ini dapat menular ke belut yang lainnya.

B. Belut Tidak Lemas Saat Dipegang

Setelah memilih belut yang bebas luka, langkah selanjutnya yaitu memilih belut yang tidak lemas saat dipegang. Jika bibit belut lemas ketika dipegang, maka dapat dipastikan bibit belut tersebut memiliki daya tahan yang lemah.Dengan memilih bibit belut yang kuat / tidak lemas, diharapkan belut akan bertahan hingga dewasa dan siap untuk dipanen.

C. Pilih Belut Yang Lincah

Pilihlah bibit belut yang lincah, karena pada dasarnya belut memiliki sifat dasar yang agesif bahkan ketika belut tersebut kita pegang, belut akan berusaha untuk melepaskan diri.Belut yang baik memiliki ciri-ciri yang tenang namun lincah.

 D. Ukuran Bibit Belut Yang Seragam

Ukuran bibit belut yang seragam ini cukup penting. Karena dengan ukuran bibit belut yang seragam, maka tidak akan adanya dominasi dalam makan. Jika ukuran bibit belut tidak seragam, maka yang belut yang besar akan mendominasi makanan. Hal ini akan membuat belut yang besar akan menjadi semakin besar, dan yang kecil akan menjadi kecil.

Setelah kamu menemukan bibit dengan kriteria di atas, selanjutnya kamu harus menebar benihnya.Karena budidaya ini tidak dilakukan dengan lumpur, maka kamu bisa menebar lebih banyak bibit. Jumlah bibit yang dibutuhkan untuk kolam berukuran 1×1 meter adalah 30 kg.

3. Pemberian Pakan

Salah satu cara budidaya belut yang dapat memberikan hasil maksimal yaitu pemberian pakan secara tepat. Pemberian pakan yang tepat pada belut, akan dapat membuat budidaya belut menjadi lebih maksimal.

Pakan yang harus diberikan haruslah pas, tidak terlalu banyak atau sedikit. Jika terlalu banyak, maka air akan cepat kotor sehingga belut akan mudah sakit dan kemudian mati. Jika sebaliknya, bisa-bisa sifat kanibal belut akan muncul sehingga mereka akan memakan satu sama lain. Sebagai catatan, selama belut masih memakan pakan yang kamu berikan, jangan mengganti pakan dengan yang lain.

Berikut adalah jenis pakan yang disukai belut:

  • cacing merah
  • ikan cere
  • anakan ikan mas
  • kecebong
  • keong sawah
  • ulat Hongkong

4. Proses Perawatan

Kualitas air adalah hal yang mesti diperhatikan ketika melakukan budidaya belut. Selain itu, kamu juga harus memberi makan secara teratur dan segera menangani belut yang terlihat sakit.

Pastikan air kolam memiliki kadar oksigen yang terjaga, serta kadar pH air kolam diantara 6-9. Atur juga sirkulasi air kolam dengan baik, atur seperti genangan pada habitat aslinya yaitu genangan air sawah. Kemudian atur kedalam air kolam dengan ketinggian 20cm. Jangan terlalu dalam memberi air pada kolam, hal ini akan berpengaruh pada postur tubuh belut.

Air yang terlalu dalam dapat membuat belut lebih banyak bergerak untuk mengambil napas, sehingga pertumbuhan belut tidak akan maksimal.

Ciri-ciri belut yang berpenyakit adalah sebagai berikut:

  • terus bergerak pada siang hari
  • selalu naik ke permukaan
  • saling serang satu sama lain

Adapun, belut merupakan mahluk hidup yang mengeluarkan lendir pada tubuhnya sebagai mekanisme pertahanan diri. Lendir tersebut ternyata bisa memengaruhi pH air jika diproduksi terlalu banyak. Untuk itu, selalu pastikan untuk mengganti atau mensirkulasi air ketika keasaman maksimal melebih 7 (batas keasaman).

5. Panen

Waktu panen belut inilah yang ditungg. Belut sebenarnya tidak memiliki ukuran dan masa panen, karena semua tergantung dari permintaan pasar. Namun pada umumnya waktu panen belut yang tepat adalah saat belut berumur 3 – 4 bulan atau beratnya berkisar antara 200 – 300 gram/ekor. Berat belut saat panen bisa mencapai 400 gram/ekor hanya dalam waktu 3 bulan.

Proses panen belut ternyata relatif sangat mudah untuk dilakukan karena kamu tinggal mengangkat jaring yang sudah disiapkan sebelumnya. Jika kamu tidak menggunakan jaring, cukup kuras saja kolam tersebut.  Sebelum panen, pastikan kamu sudah menyiapkan wadah untuk menyimpan belut-belut tersebut.

Selamat mencoba.(234/ dari berbagai sumber)

 

BERITA TERKAIT