Budidaya Kepiting Soka

Selasa, 02 Juni 2020, 17:23 WIB

Kepiting soka sering disebut dengan kepiting bakau karena lebih banyak tinggal dan dibudidayakan di daerah mangrove atau bakau.  | Sumber Foto: Istimewa

AGRONET -- Kepiting Soka atau yang dikenal juga sebagai kepiting bakau, merupakan kepiting yang dipanen saat cangkangnya masih lunak. Budidaya kepiting soka terbilang tidak mudah. Bahkan membutuhkan lahan budidaya yang luas dan biaya yang tidak sedikit. Namun, apabila berhasil dilakukan hingga panen, hasilnya cukup menjanjikan. Mengingat harga kepiting soka di pasaran masih cukup tinggi, dengan jumlah peminat yang sama tingginya.

Kepiting soka adalah jenis kepiting bakau yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat. Bahasa ilmiah menyebutkan 'Scylla Serrata' atau 'Scylla Paramosain'. Kepiting soka dipanen pada saat kepiting baru saja ganti kulit atau moulting sehingga kondisi cangkang dan kulit kepiting masih sangat lembut atau masih lunak maka bahasa inggris menyebutnya 'Soft Shel Crab'. Lidah orang Jawa khususnya Desa Mojo Pemalang menyebutnya SOKA dari pada menyebut Soft Shel Crab kepanjangan, makanya jadilah Kepiting Soka (kepiting cangkang lunak). 

Memilih Lokasi Budidaya

Pertama sekali adalah melakukan pemilihan lokasi budidaya kepiting soka. Lokasi yang cocok untuk melakukan budidaya adalah di tambak yang dekat dengan perairan mangrove sehingga pertumbuhannya optimal dan tingkat keberhasilannya tinggi.

Setelah memilih lokasi budidayanya, yang perlu dilakukan selanjutnya adalah memastikan pasokan airnya intensif atau lancar. Airnya adalah air bersih yang sama sekali tidak tercemar oleh polusi, pastikan sirkulasinya tidak terhambat supaya kepiting tidak mati.

Persiapan Lokasi

Pada dasarnya persiapan atau pengolahan lokasi tambak yang akan kita guanakan untuk budidaya kepiting soka itu hampir sama seperti mengelolah tambak yang akan di gunakan untuk budidaya udang windu. Langkah - langkahnya yaitu ;
• Perbaiki pematang atau tanggul tambak agar benar-benar kuat dan pastikan tidak ada kebocoran di pematang tambak.
• Lakukan pengeringan air yang ada didalam tambak agar dasar pelataran tambak dapat kering lebih baik apabila dasar tambak di cangkul atau di bajak.
• Lakukan penebaran pupuk untuk dasar tambak dengan menggunakan pupuk kompos.
• Olah caren dengan melakukan keduk teplok bertujuan agar caren lebih dalam sehingga memungkinkan air yang menggenang di pelataran dasar tambak dapat mengalir turun ke caren sehinga pelataran dasar tambak cepat kering.
• Pengurasan lumpur bertujuan memungkinkan lumpur yang lama mengedap dan banyak mengandung residu dapat terangkat kemudian tanggul/pematang menjadi besar dan kokoh.
• Pasang saluran air untuk membuang air dengan paralon PVC diameter 8 “ sebanyak 2 batang jangan lupa pasang saringan.

Setelah langkah – langkah diatas sudah dilakukan pengisian air lebih baik air dengan air tendon kemudian buat kontruksi jembatan yang fungsinya untuk pemberian pakan dan control panen. Setelah itu, buat rakit agar keranjang/basket dapat terapung tidak berceceran di tambak.

Tambak adalah tempat yang ideal untuk kita melakukan budidaya akan tetapi tambak yang baik adalah ;
• Kondisi tanggul / pematang tambak dalam keadaan baik tidak terdapat kebocoran.
• Suplay air payau mudah artinya pasang surut air laut sampai ketambak yang akan kita gunakan sebagai tempat untuk berbudidaya soka.
• Kemudian terdapat saluran buang dan saluran masuk air pasang /air payau.
• Kedalaman air tambak dapat mencapai antara 60 – 80 cm.
• Di haruskan terdapat vegetasi tanaman mangrove minimal di sekeliling tanggul tambak akan tetapi lebih baik apabila terdapat hamparan tanaman mangrove yg memungkinkan air pasang sebelum masuk ke tambak sudah melalui hamparan tanaman mangrove tersebut atau pada silvo fishery disebutnya sistim komplongan.

Sirkulasi Air

Air merupakan faktor penting dalam kita melakukan budidaya kepiting khususnya kepiting soka, disamping kita bisa menjaga kedalaman air berkisar antara 60 -80 cm bertujuan untuk menjaga suhu air agar tetap setabil kemudian lakukan pergantian air setiap kualitas air di tambak tidak baik. Indicator kualitas air tidak baik dapat diketahui dari warna air tidak jernih sehingga pada saat melakukan control panen jadi susah karena air keruh sehingga kepiting di kotak basket tidak jelas kelihatan atau ciri yang paling menonjol adalah biasanya pada saat kita mengecek ada banyak yang moulting atau tidak itu kepiting banyak yang mati artinya lebih banyak mortalitas dari pada produksi.

Persiapan Bibit Kepiting

Berikutnya persiapkan bibit kepiting soka. Bibit kepiting soka dapat diperoleh dengan mengambil langsung di habitat aslinya, atau membeli dari panti pembenihan kepiting soka.

Jika dilihat dari segi kepraktisan, maka akan lebih praktis kalau beli. Akan tetapi harga bibit kepiting soka terhitung mahal daripada bibit kepiting biasa. Sehingga cara yang paling murah adalah dengan mengambil dari habitat aslinya.

Kepiting soka dapat ditemukan di perairan mangrove. Cara menangkap kepiting soka adalah dengan dipancing atau dengan memasang perangkap. Setelah bibit kepiting soka sudah didapatkan, bagian capit kepiting soka perlu diikat lalu dimasukkan ke dalam keranjang bambu.

Mengangkut bibit kepiting soka sebaiknya dilakukan saat pagi, sore atau malam hari. Hindari mengangkut bibit di siang hari saat sinar matahari sedang terik-teriknya, terutama hindari juga suhu panas karena bibit bisa mengalami dehidrasi dan mati.

Mempersiapkan Kandang untuk Bibit

Selanjutnya pembudidaya harus mempersiapkan kandang untuk bibit kepiting soka. Kandang yang digunakan untuk budidaya kepiting soka umumnya berbentuk kotak-kotak dengan ukuran ideal 15 x 15 x 20 cm.

Kotak-kotak ini ditata sedemikian rupa dengan memberi jalan setapak dari bambu untuk pembudidaya dapat mengelola dan mengamati kepiting soka dari dekat. Kotak-kotak itu kemudian ditempatkan di permukaan tambak.

Silahkan lakukan pemeliharaan terhadap bibit selama kurang lebih 15 hari. Tujuannya adalah untuk menaikkan berat badannya hingga layak memasuki tahap molting.

Pada tahap molting ini, bagian capit serta kaki berjalan kepiting soka dipotong dengan tujuan supaya kepiting soka melepas cangkang secepatnya. Setelah cangkang lama terlepas, maka kepiting akan segera membentuk cangkang baru. Setelah pemotongan capit dan kaki jalannya, bibit kepiting soka bisa langsung ditebar.

Penebaran Bibit

Penebaran bibit dilakukan dengan memasukkan masing-masing 1 ekor kepiting ke kotak atau keranjang yang sudah dibuat. Usahakan tidak menempatkan 2 atau lebih bibit kepiting soka dalam satu kotak, hal ini bertujuan untuk menghindari adanya saling serang antar kepiting.

Proses pembentukan cangkang baru sejak pemotongan capit dan kaki berjalannya biasanya membutuhkan waktu kurang lebih 15 hari. Segera setelah cangkang baru telah terbentuk, kepiting soka sudah harus dipanen supaya cangkangnya tidak mengeras kembali.

Atau bisa juga dengan merendam kepiting soka di dalam air tawar selama 30 menit supaya proses pengerasan cangkangnya berhenti.

Pemeliharaan

Yang tak kalah penting lainnya adalah pemeliharaan kepiting soka. Supaya mendapatkan hasil yang maksimal, kepiting perlu diberi pakan berupa udang, siput serta ikan rucah. Pemberian pakan cukup dilakukan satu kali sehari dan saat menjelang senja mengingat kepiting soka merupakan hewan nokturnal.

Berikutnya mengamati kondisi airnya, yang menjadi penentu keberhasilan budidaya kepiting soka. Kepiting akan mati apabila sirkulasi airnya terhambat. Maka setiap hari airnya harus dicek secara rutin dengan memastikan bahwa sirkulasi airnya lancar.

Air juga harus terbebas dari polusi seperti limbah rumah tangga. Karena air yang tercemar akan menimbulkan penyakit pada kepiting hingga berujung kematian.

Tehnik Budidaya 

Seiring perkembangan tehnologi ada sistim diprotol/ dipotong capit dan kaki jalan hanya di sisahi kaki renang bertujuan agar kepiting lebih cepat ganti kulit /moulting hanya berkisar 19 – 23 hari kepiting dapat dipanen tapi hanya yang diprotol kepiting yang kurus, sedang kepiting yang sudah gemuk tidak diprotol melainkan di tebar utuh tapi biasanya waktunya lebih lama bisa sampai 2 bulan kepiting baru bisa moulting.

Kisah Kepiting Soka dari Desa Mojo Pemalang 

Di desa Mojo kec. Ulujami Kab. Pemalang Prov. Jawa Tengah budidaya kepiting soka dimulai sejak tahun 2006 akan tetapi para petani tambak di desa Mojo sudah berbudidaya kepiting penggemukan sejak tahun 2000. Bermula dari adanya program penghijauan hutan mangrove yang dilaksanakan oleh sebuah LSM dari Negara Jepang yaitu OISCA sehingga pada saat orang jepang berkunjung ke Desa Mojo untuk meninjau kegiatan penghijauan mangrove mereka tertarik untuk mengajak petani di mojo untuk dapat memproduksi kepiting soka karena melihat bahwa petani tambak di desa Mojo banyak yang berbudidaya kepiting penggemukan sistem karamba tapi pada awal nya adalah budidaya kepiting penggemukan menggunakan sistim karamba bamboo.

Budidaya kepiting soka di Mojo merupakan generasi ke empat dari sarana yang dipakai untuk budidaya. Awalnya mereka memakai karamba bambu seperti kepiting penggemukan hanya bedanya karamba di sekat-sekat seperti kandang jangkrik.

Akan tetapi karena terlalu banyak menggunakan paku besi yang gampang karatan sehingga mereka menggunakan tempat yang tidak berpaku, kemudia dipilihlah keranjang plastik bekas kemasan buah kelengkeng yang disekat menjadi empat kotak dan diisi 4 ekor kepiting. Sekat menggunakan lempeng kayu yang merupakan generasi kedua, tetapi kelemahan menggunakan keranjang buah kelengkeng 4 ekor kepiting tidak dapat ganti kulit /moulting secara bersamaan sehingga apabila 1 (satu) ekor kepiting yang moulting dipanen, yang 3 (tiga) ekor ikut terganggu karena keranjang harus diangkat .

Mereka harus menggunakan tempat yg benar-benar kuat sehingga kepiting tidak bisa lepas dari basket/ kotak. Sampai akhirnya diperoleh kabar bahwa di Jakarta ada perusahaan plastik yang memproduksi basket /keranjang khusus untuk budidaya kepiting soka. Dengan keranjang kepiting inilah sampai sekarang para petani melakukan budidaya.(234-dari berbagai sumber)