Mengenal dan Membudidayakan Ikan Kembung

Rabu, 22 Juli 2020, 14:40 WIB

Ikan kembung, salah satu ikan favorit masyarakat Indonesia. Memiliki kandungan gizi tinggi dengan harga yang terjangkau. | Sumber Foto:Dok AGRONET

AGRONET -- Ikan Kembung, ikan laut yang banyak dikonsumsi di Indonesia ini masih tergolong dalam ikan pelagis kecil. Ikan Kembung termasuk dalam marga Rastrelliger dan suku Scombridae. Meski bertubuh kecil, ikan kembung ini masih sekerabat dengan tenggiri, tongkol, tuna, madidihang, dan makerel. 

Di Indonesia, ikan kembung dikenal dengan banyak nama. Di Ambon, ikan kembung dijuluki lema atau tatare. Dalam bahasa Makassar, ikan kembung disebut banyar atau banyara. Ikan kembung juga dikenal sebagai kembung banjar.

Ikan kembung memiliki tubuh yang ramping memanjang dan pipih. Sisi dorsalnya gelap, berwarna biru kehijauan hingga kecokelatan. Ada satu hingga dua deret bintik gelap membujur di dekat pangkal sirip punggung. Sementara, sisik ventralnya berwarna keperakan.

Sisik ikan kembung cenderung berukuran kecil dan seragam. Sirip punggung ikan kembung terdapat dalam dua berkas. Ada lima sirip kecil tambahan. Sirip ini juga terdapat di anal. Bagian ekor ikan kembung memiliki sepasang lunas ekor berukuran kecil di masing-masing sisi batang ekor. Di bagian mata, terdapat ciri khusus. Ada pelupuk mata berlemak di bagian depan dan belakang mata ikan kembung.

Dikenal tiga jenis ikan kembung. Jenis pertama adalah Rastrelliger brachysoma atau kembung perempuan, Rastrelliger faughni atau ikan kembung biasa, dan Rastrelliger kanagurta atau kembung lelaki. Nilai jual ikan kembung termasuk golongan ekonomi menengah. Hal ini menyebabkan ikan kembung jadi salah satu tujuan utama nelayan lokal. Ikan kembung bisa dijual dalam bentuk segar ataupun diolah menjadi bentuk lain.

Olahan ikan kembung antara lain dijual sebagai ikan pindang dan ikan asin. Pengolahan ini bertujuan agar ikan menjadi awet dan tahan lebih lama. Selain untuk konsumsi, ikan kembung yang berukuran kecil juga digunakan untuk umpan ikan cakalang.

Ikan kembung memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi, sehingga tak heran jika banyak menyukai ikan ini. Bisa dimasak menjadi beragam olahan. Beberapa di antaranya menjadi ikan kembung bumbu kuning, ikan kembung kuah, ikan kembung balado, dan sebagainya. Olahan ikan kembung sendiri sudah populer dan mudah dijumpai di Indonesia.

Mudah untuk mendapatkan ikan kembung, kita bisa membelinya di pasar tradisional sampai supermarket. Ikan kembung mudah dijumpai karena mudah ditangkap dan diedarkan.

Budidaya ikan kembung tergolong mudah sehingga banyak orang yang memilih untuk melakukan budidaya ikan kembung. Kita pasti menginginkan hasil panen yang bagus. Untuk itu wajib diperhatikan banyak hal mulai dari pemilihan bibit, lokasi kolam dan kualitas air yang digunakan, kualitas pakan serta perlengkapan budidaya yang dipakai. Berikut cara budidaya ikan kembung:

Persiapan Kolam Budidaya Ikan Kembung

Pemilihan lokasi kolam wajib diperhatikan sebelum melakukan budidaya ikan kembung. Pastikan buat memilih lokasi kolam yang strategis. Agar kita dapat melakukan pengecekan terhadap ikan dengan leluasa. Karena pemilihan lokasi merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan.

Pastikan mengenai kandungan tanah di sekitar kolam. Pastikan bahwa lokasi tersebut tidak tercemar limbah sedikit pun. Akan lebih baik jika kita memilih lokasi yang masih benar-benar asli. Karena kandungan zat tanah yang jelek bisa membuat kualitas ikan menurun sehingga menurunkan harga jual ikan kembung. 

Jika lokasi sudah ditentukan, selanjutnya buat kolam budidaya, pastikan agar pH tanah cocok. Kolam dibuat dengan bentuk persegi panjang dan pematang berbentuk trapesium dengan tingkat kemiringan 1:1. Tinggi pematang dibuat setinggi 1,5-2 m. Pematang bisa dibuat berbahan tanah ataupun semen. Pada bagian atas pematang sebaiknya ada tanaman air agar tidak mudah longsor.

Jika kolam sudah selesai dibuat, diamkan kolam selama kurang lebih seminggu sebelum memasukkan bibit kolam. Setelah itu, isi kolam dengan air setinggi 60-100 cm lalu biarkan selama 3-7 hari. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan pakan alami bagi ikan seperi mikroorganisme, lumut dan juga cacing. Selain untuk mensterilkan kolam sebelum diisi oleh bibit ikan.

Saat pengisian kolam, jangan pernah mengisinya hingga penuh. Cukup mengisi air setinggi 60 hingga 100cm. Serta perlu dibiarkan dulu, agar air mengendap serta menjadi tidak terlalu keruh. Kondisi air sangat memegang peranan penting dan wajib diperhatikan sebelum memasukan bibit kedalam kolam.

Perhatikan juga mengenai suhu air yang digunakan untuk mengisi kolam. Untuk budidaya ikan kembung, suhu air yang sangat cocok berada pada suhu 26 – 30°C. Sedangkan buat pH air untuk mengisi kolam disarankan pada kisaran 4 sampai 9 ppm. Sedangkan untum kandungan oksigen yang terlarut harus sekurang-kurangnya 1 mg / liternya. Sedangkan optimalnya sekitar  5 – 6 ppm, dengan memiliki kandungan NH3.

Pemilihan dan Penebaran Bibit Ikan Kembung

Pilihlah ikan kembung yang berkualitas untuk dijadikan bibit dengan memperhatikan aktivitas, kelincahan serta kelengkapan fisiknya. Perhatikan juga kelengkapan fisik dari bibit ikan. Perhatikan mulai dari kepala, sirip, serta insangnya. Jika terlihat secara kasat mata adanya kekurangan ataupun kecacatan, jangan kalian ambil untuk di jadikan bibit.

Biasanya ikan yang memiliki kekurangan pada salah satu fisiknya bisa langsung terlihat jelas, karena gerakannya tidak lincah dan lemas dibandingkan ikan normal.

Waktu penebaran ikan kembung yang baik yaitu pada pagi atau sore hari. Hal ini bertujuan agar benih terhindar dari terik matahari, karena terik matahari bisa membuat mereka terluka. Suhu air biasanya cenderung lebih panas pada saat siang. Air yang panas juga akan menyebabkan benih mengalami stress.

Proses Pemijahan Ikan Kembung

Kolam pemeliharaan juga menjadi kolam pemijahan bagi ikan kembung, jadi apabila berhasil menemukan telur ikan di kolam, maka segera pindahkan ke aquarium khusus berukuran 65 x 45 x 45 cm. Pada saat melakukan proses pemijahan bisa memanen kurang lebih sebanyak 10 ribu telur ikan.

Pakan Ikan Kembung

Pemberian pakan untuk ikan kembung ini sama seperti jeinis ikan lainnya yaitu diberikan sebanyak 2-3 kali sehari dan usahakan jangan telat karena dapat membuat ikan stress.

Perawatan Ikan Kembung

Pada saat cuaca terik terutama pada musim panas, air kolam akan menguap dengan cepat. Maka perhatikan ketinggian air, jangan sampai ketinggian air kolam menyusut dan tidak segera diisi. Pada saat musim kemarau sangat disarankan untuk menambahkan air 3 hari sekali. Tapi, jangan terlalu sering mengisi air kolam karena akan mengganggu sirkulasi air.

Terkait hama dan penyakit harus mendapat perhatian lebih. Karena ini akan menentukan kesuksesan panen ikan kembung. Sebelum memulai budidaya ikan kembung, pastikan hewan pemangsa tidak akan mengganggu proses perkembangan ikan kembung. 

Untuk melakukan budidaya ikan kembung tentu memerlukan peralatan. Mulai dari menyediakan paralon, terpal, selang, terpal berkualitas, jaring, timba, aquarium hingga jerigen. Jangan lupa menyiapkan pompa air, karena ini merupakan peralatan untuk mengisi kolam. Selamat mencoba dan semoga berhasil mendapatkan keuntungan dari budidaya ikan kembung. (234)